garuda indonesia PK-GIH
Garuda Indonesia PK-GIH. (twitter)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Majalah aviasi Exyuaviation mengungkapkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Hamonangan Laoly ternyata mencarter Garuda Indonesia hanya untuk menjemput seorang Maria Pauline Lumowa.

Pesawat jenis Boeing 777-300 dengan nomor registrasi PK-GIH itu melakukan penerbangan sekitar 15 jam menuju, Beograd, Serbia begitu juga kembalinya.

Jika harga sewanya sekitar 6 ribu dolar AS per jam, maka, Yasonna harus merogoh kocek hingga hingga Rp 2,5 miliar untuk pulang pergi menjemput Maria Pauline Lumowa dengan asumsi rate setiap dolar AS ada di angka Rp 14.200.

Namun, jika dihitung dengan biaya parkir pesawat nilainya lebih dari itu. Jika mengacu kepada peraturan Kementerian Perhubungan satu hari biaya parkir Boeing 777 bisa mencapai Rp 4,5 juta per hari.

Mengacu pada laporan Exyuaviation, Boeing 777-300 Garuda Indonesia dengan nomor registrasi PK-GIH itu mendarat di Bandara Beograd, Serbia, 6 Juli 2020.

Laman aviasi itu mencatat Boeing 777-300 yang membawa Yasonna sejatinya melayani rute Jakarta-Amsterdam, maka Exyuaviation menyimpulkan pesawat itu dicarter hanya untuk memulangkan Maria Lumowa.

Berarti pesawat itu menginap selama dua hari karena berdasarkan flightradar24.com PK-GIH bertolak dari bandara itu untuk kembali ke Indonesia pada Rabu 8 Juli 2020 sehingga biaya parkir sesuai peraturan Kementerian Perhubungan adalah Rp 9 juta untuk dua hari. Tetapi, biaya di Beograd mungkin memiliki tarif yang berbeda dari Indonesia, bisa jadi lebih mahal.

Biaya itu belum termasuk biaya fasilitas ground handling seperti proses memarkir pesawat hingga menerbangkannya kembali. Jika ditambah dengan logistik selama penerbangan pasti tambah lagi rupiah yang harus dibayar Yasonna untuk menjemput seorang buronan.

Sepadankah menjemput seorang buronan Yasonna harus mengeluarkan hampir Rp 3 miliar dalam empat hari?

Sayang tidak diperoleh informasi apakah uang yang digunakan untuk mencarter Boeing 777-300 selama empat hari itu uang pribadi atau uang negara.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here