Ilustrasi pertumbuhan ekonomi
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kondisi makro ekonomi Indonesia tahun ini akan lebih kokoh karena program pemulihan ekonomi yang belum tuntas di tahun 2020 akan tetap diteruskan tahun ini dengan program besarnya adalah vaksinasi Covid19 massal untuk sekitar 181 juta warga Indonesia.

Optimisme tersebut diungkapkan Chief Economist and Invesment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Katarina Setiawan dalam sebuah diskusi dalam jaringan (daring), Kamis 14 Januari 2021.

“Kita tahu belanja pemerintah (hingga akhir 2020) baru di atas 70 persen, sedangkan target pendanaannya sudah 100 persen, sehingga bisa di-carry over (dilanjutkan) di 2021 dan bisa digunakan untuk berbagai keperluan termasuk untuk pendanaan vaksin gratis,” ujar Katarina.

Pemerintah telah mengantongi anggaran sementara vaksinasi senilai Rp 54,44 triliun. Dana itu berasal dari cadangan senilai Rp 18 triliun dan anggaran kesehatan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020 yang tidak dieksekusi senilai Rp 36,44 triliun.

Sementara sejumlah indikator ekonomi makro Indonesia bergerak positif saat Presiden Jokowi divaksin Covid19 sebagai penanda dimulainya program vaksinasi gratis untuk menghentikan pandemi yang sedang kita hadapi.

Misalnya indeks harga saham gabungan (IHSG) 13 Januari 2021 yang menurut Katarina bergerak ke arah positif.

Maka, seoerti dilansir antaranews, Katarian bisa memprediksi tahun ini IHSG kembali berkisar di angka 6.000 – 7.000 -an. Sedangkan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 4,3 hingga 4,5 persen dan tingkat inflasi hanya berkisar 2,8 – 3 persen.

Nilai tukar rupiah di pasar uang pun, menurutnya, akan bergerak positif di angka Rp 13.800 -an per dolar AS hingga Rp 14.500 per dolar AS.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here