Rupiah Diprediksi Balik Menguat, Jika BI Tahan Suku Bunga Acuan
Ilustrasi Rupiah (istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Banyak ekonom apalagi yang senior seperti Didik J Rachbini dari INDEF memastikan Indonesia akan memasuki resesi, namun nilai tukar rupiah tampaknya belum menyerah karena pada pembukaan pasar, Jumat 7 Agustus 2020 masih diperdagangkan menguat 22 poin.

Setelah ditutup melemah 0,41 persen di angka Rp 14.585 per 1 dolar AS, Kamis 6 Agustus 2020, pada Jumat pagi 1 dolar AS dijual dengan harga Rp 14.550 atau menguat 0,21 persen.

Analis menilai penguatan nilai tukar rupiah itu karena pasar masih percaya Indonesia bisa menghindari resesi.

Sebab, pertumbuhan negatif pada pada kuartal II tahun 2020. Pada kuartal pertama pertumbuhan masih mencatat 2,9 persen.

Selain itu, data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Juli 2020 sebesar 46,9 atau naik dibandingkan bulan sebelumnya yang di angka 39,1 dan menjadi yang tertinggi sejak Februari. Hal itu menunjukkan tanda-tandan industri manufaktur bangkit meski belum kuat sekali.

Selain itu dikabarkan neraca perdagangan Indonesia Juni 2020 masih mencatat surplus sehingga pasar menilai masih ada harapan Indonesia bisa terhindar dari resesi membuat pelaku pasar agak percaya diri untuk masuk ke pasar keuangan Tanah Air

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here