ITB terbitkan ijazah digital pertama di Indonesia
ITB terbitkan ijazah digital pertama di Indonesia

MATA INDONESIA, JAKARTA-Terobosan baru dilakukan oleh beberapa kampus di Indonesia saat masa pandemi corona ini. Salah satunya Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mulai menerapkan kebijakan penggunaan ijazah digital dengan tanda tangan elektronik bersertifikat (digital signature).

ITB merupakan perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerbitkan ijazah digital tersebut. Kebijakan tersebut berlaku untuk lulusan ITB baik jenjang sarjana, magister, doktor dan keprofesian.

Hal tersebut sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Rektor Institut Teknologi Bandung Nomor: 145A/IT1.A/SI.13/2020 tentang Informasi Elektronik, Dokumen Elektronik dan Transaksi Elektronik di Lingkungan Institut Teknologi Bandung.

Nantinya, kebijakan ini akan berlaku bagi lulusan ITB baik jenjang sarjana, magister, doktor dan keprofesian. Perancangan ijazah berbasis teknologi digital ini direncanakan sejak awal masa jabatan rektor yang baru.

Untuk keamanannya ijazah digital sendiri secara kriptografi diterbitkan oleh Penyelenggara Sertifikat Elektronik yang sudah tersertifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika menurut SK Nomor 790 Tahun 2019.

Ijazah digital atau elektronik tidak dapat diubah. Apabila ada perubahan setelah tanda tangan rektor, maka akan terdeteksi ketika melakukan verifikasi dengan menggunakan aplikasi pembacaan PDF pada bagian digital signature.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Jaka Sembiring mengatakan, ijazah digital dengan tanda tangan elektronik bersertifikat ini memiliki tingkat keamanan yang jauh lebih baik terhadap kemungkinan pemalsuan.

Selain itu, proses pembuatan ijazah dan transkrip nilai dapat dilakukan secara efisien, karena tidak lagi membutuhkan tanda tangan basah dari Rektor, Dekan, Kaprodi hingga mahasiswa.

“Semua dapat dilakukan dengan ‘satu klik’. Keabsahan ijazah dan transkrip dapat diperiksa langsung oleh pihak yang berkepentingan, tanpa harus melalui proses yang lama dan panjang, namun cukup menggunakan aplikasi pembaca PDF yang dapat diunduh secara bebas,” ujar Jaka dalam situs web ITB.

Bedakan yang asli dan palsu Untuk membedakan ijazah digital asli dan yang bukan, masyarakat bisa memeriksanya di situs web https://akademik.itb.ac.id/alumni.

Sedangkan, bagi masyarakat yang berkepentingan, dapat melihat keutuhan dari seal/signature pada fitur Digital Signature pada aplikasi pembaca PDF. Melalui ijazah digital, mahasiswa tak perlu lagi melakukan legalisir.

Sebab, lulusan dapat langsung membagikan dokumen elektornik (pdf) dari ijazah ITB ke pihak yang membutuhkan informasi tersebut. Selain ITB, menurut Jaka, ada sejumlah perguruan tinggi lain yang telah menerapkan kebijakan serupa yaitu di antaranya Brown University USA, University of Bergen Norway, Carnegie Mellon University dan Stanford University. ITB memastikan ijazah digital ini kuat secara hukum dan aman dari pemalsuan.

“Jika ada pihak yang ragu dengan keaslian suatu ijazah, maka dapat menghubungi kantor Direktorat Pendidikan ITB atau melakukan verifikasi dan autentikasi secara daring melalui sistem akademik ITB https://akademik. itb.ac.id/alumni,” kata Jaka.

1 KOMENTAR

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here