Jimmy Page dan Robert Plant
Jimmy Page dan Robert Plant

MATA INDONESIA, JAKARTA – Biasanya, jika sebuah band bubar, rata-rata para personelnya tak akan bertegur sapa dan cenderung bermusuhan. Salah satu contohnya adalah John Lennon dan Paul McCartney. Pertemanan kedua personel The Beatles ini akhinya kandas setelah band ini bubar di tahun 1970.

Lain halnya dengan Led Zeppelin. Band yang terdiri dari Jimmy Page (gitar), Robert Plant (vokal) John Bonham (drum), dan John Paul Jones (bass), hingga sekarang masih menjadi teman baik dan mereka malah saling berkunjung satu sama lain.

Sejak John Bonham, drummer Led Zeppeling meninggal, band ini memang memutuskan bubar. Namun kekerabatan dan pertemanan mereka hingga sekarang masih tetap dijaga.

Setelah konser reuni Led Zeppelin di O2 pada Desember 2007 lalu. Robert Plant membuka banyak hal tentang hubungannya dengan Jimmy Page dan nasib Led Zeppelin ke depan, melalui wawancara oleh Alan Jones dari UNCUT pada tanggal 18 Januari 2008 di kantor manajemen yang mengelola aktifitas Robert Plant di Camden.

Pemilik nama asli Robert Anthony Plant itu, lahir di West Bromwich, Staffordshire, Inggris, 20 Agustus 1948 mengaku pertemuan pertamanya dengan Jimmy terjadi pada saat Jimmy menyaksikan penampilan band Hobstweedle (band Plant sebelum Led Zeppelin).

“Aku masih ingat dengan jelas. Jimmy orangnya sangat tenang, sopan, agak menarik diri dari keramaian. Namun, ia punya pesona yang membuatku merasa ia berbeda dengan yang lain. Ketika aku diundang ke rumahnya, di sana aku melihat bahwa minat, wawasan musik dan wawasan kehidupan Jimmy begitu luas dan sangat esoterik. Sampai narkoba pun mulai menghampirinya, dan Zeppelin mengalami masa vakum.”

Pada 1970, ketika Led Zeppelin usai menjalani tur di Amerika. Plant dan Jimmy pergi ke Bron-Yr-Aur untuk berkumpul lagi. Di sana lah mereka mulai menulis lagu dan memulai penggarapan album ke tiga untuk Zeppelin.

“Kami merasa bersaudara saat itu. Album Led Zeppelin kedua kami garap di sela-sela jadwal tur, dan direkam di beberapa studio yang berbeda. Namun, ketika kami berada di pinggir pegunungan dekat Marcynletth. Hal yang paling istimewa pun muncul, seketika kami ingin mengubah  semuanya, kami ingin menempatkan suasana pedesaan.”

Jimmy Page dan Robert Plant
Jimmy Page dan Robert Plant

“Maka, kami keluar mencari tempat… Tahu kemana? Kami pergi menuju kawasan air terjun, bermain musik dan bernyanyi. Aku membawa kaset tape untuk merekam nyanyian kami, dan bagiku itu sangat luar biasa karena aku ingin membuat musik dari alam. Kami menulis lagu ‘That’s The Way’ pada suatu pagi dan hasilnya sangat indah. Perpindahan chord yang magestarial pada stanza di antara bait-baitnya, merupakan hal yang sangat diinginkan oleh setiap orang,” ungkap Plant mengenang kebersamaannya dengan Jimmy.

Saat itu, Plant mengaku bahwa sebagai sekelompok anak muda yang duduk mengelilingi api unggun, tanpa listrik, serta toilet alam, tidak berpikiran sama sekali untuk menghisap ganja. Begitu juga Jimmy. Mereka tidak merokok dan tidak minum, semua dalam keadaan baik-baik.

Plant dan Jimmy sangat dekat satu sama lain dan mereka tahu akan menghasilkan sesuatu karya yang orisinal, bukan karya yang penuh rekayasa.

“Kebersamaan kami merupakan suatu momen yang luar biasa. Kami betul-betul berkawan baik. Belakangan, ketika kesehatan Jimmy tidak terlalu bagus (Plant enggan menyebut Jimmy pengguna heroin) semuanya terasa tidak sama lagi. Semuanya terasa berbeda,” ungkap Plant.

Gitaris legendaris band itu memiliki nama asli James Patrick Page, lahir 9 Januari 1944 dan mendapatkan gelar Officer dalam Order of the British Empire (OBE) dari ratu Inggris.

Dalam wawancara terbarunya bersama Planet Rock Magazine, Robert Plant mengatakan bahwa ia “menyayangi” Jimmy Page dan ingin memeluknya, disamping acara reuni Led Zeppelin.

“Aku menyayangi Jimmy Page, tapi kami adalah dua orang yang jarang memeluk satu sama lain. Aku tahu itu memang terdengar bodoh,” tutur Plant.

“Aku masih sering melihat Jimmy dan dia juga memuji serta mendukung apa yang aku lakukan, tetapi kami berada di tempat yang berbeda sekarang dan kami harus melakukan hal yang berbeda.”

Plant bahkan berkata jika ia akan sangat senang untuk menghabiskan beberapa minggu bersama Jimmy di atas puncak Pegunungan Atlas sebelum tutup usia.

Reporter: Indah Utami

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here