MATA INDONESIA, JAKARTA – Gemuruh suara distorsi gitar, gempuran suara drum, dan suara cabikan bass yang keras, adalah hal – hal yang sudah tidak asing lagi pagi para penikmat musik heavy metal. Genre musik ‘cadas’ ini dipelopori oleh dua grup band asal Inggris Led Zeppelin dan Deep Purple. Muncul pada akhir 1960-an dan awal 1970-an, heavy metal kemudian berkembang di Inggris dan Amerika Serikat.

Musik ini merupakan adaptasi dari genre blues rock, psychedelic rock, dan acid rock. Para musisi dan band heavy metal memiliki karakter musik dengan suara yang tebal dan massif, ditandai dengan distorsi gitar listrik maupun solo gitar dengan durasi yang panjang dan lirik – lirik lagu yang dikaitkan dengan agresi dan kejantanan.

Istilah ‘heavy metal’ sebenarnya berawal dari grup band rock asal Amerika Serikat Steppenwolf. Dalam lagu yang berjudul ‘Born to Be Wild’, Steppenwolf mencetuskan pertama kali istilah heavy metal kepada khalayak. Namun Steppenwolf bukanlah grup band pionir genre heavy metal.

Led Zeppelin, band beranggotakan 5 orang asal Inggris inilah yang pertama kali mempopulerkan heavy metal. Jimmy Page sebagai gitaris Led Zeppelin mulai memperkenalkan suara – suara gitar yang berdistorsi dan tempo yang cepat di akhir tahun 1970. Grup ini terdiri dari vokalis Robert Plant, gitaris Jimmy Page, bassis John Paul Jones, dan drummer John Bonham.

Jimmy Page
Jimmy Page

Band ini memulai tur pertama mereka di Inggris pada 4 Oktober 1968, dengan nama New Yardbirds. Mereka baru memainkan pertunjukan pertama mereka sebagai Led Zeppelin di University of Surrey di Battersea pada tanggal 25 Oktober 1968.

Meskipun gaya bermusik mereka berasal dari berbagai pengaruh genre, termasuk blues dan musik folk. Band ini telah dikreditkan sebagai pengaruh besar pada industri musik heavy metal. Pada 1970-an, Led Zeppelin telah mencapai puncak kesuksesan komersil yang menjadikan mereka salah satu grup band paling berpengaruh di era tersebut. Sampai saat ini nama Led Zeppelin telah menjadi salah satu grup band legendaris, dengan jutaan penggemarnya di seluruh dunia.

Tidak hanya Led Zeppelin yang menjadi band pionir genre heavy metal. Deep Purple, band kelahiran Hertford, Hertfordshire, Inggris ini juga merupakan band pelopor genre heavy metal.

Band yang beranggotakan Ian Paice (drum), Roger Glover (bass), Ian Gillan (vokal), Steve Morse (gitar), dan Don Airey (keyboard) ini terbentuk di tahun 1968. Deep Purple sejatinya mengusung genre psychedelic rock dan progressive rock pada karya – karya musiknya. Namun mereka mulai mengubah gaya bermusik yang lebih ‘keras’ di album Deep Purple In Rock yang dirilis pada tahun 1970. Album tersebut merupakan album ber-genre heavy metal pertama yang diciptakan Deep Purple.

Lagu – lagu seperti, Smoke on the Water, Highway Star, dan Perfect Strangers, menjadi hasil karya tersukses Deep Purple. Terbukti dari aplikasi musik Spotify ketiga lagu tersebut sudah didengarkan oleh lebih dari 500 juta orang dari seluruh dunia. Band ini sempat menyambangi penggemarnya di Indonesia pada tahun 1975, tepatnya di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Deep Purple memiliki karakteristik bermusik yang selalu berubah disetiap alnumnya. Di album terbarunya yang dirilis pada tahun 2020 berjudul Whoosh!, Deep Purple menonjolkan gaya bermusik psychedelic rock dan modern rock.

Reporter: Teuku Khanif Miftaputra, Hani Deliani

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here