Surat dari netizen untuk para tenaga medis di Singapura.

MATA INDONESIA, JAKARTA – Perkembangan wabah virus corona membuat Singapura terkena getahnya. Banyaknya warga di negara kota itu juga terinfeksi virus mematikan asal Wuhan, Cina, membuat para perawat dan dokter harus bekerja keras untuk menyembuhkan pasien corona.

Menjelang hari Valentine, masyarakat Singapura berterima kasih kepada petugas kesehatan. Mereka membuat catatan tangan yang unik dan dibagikan melalui sosial media.

Beberapa orang, termasuk anak sekolah dan guru, telah mengunggah berbagai pesan cinta dan dukungan kepada para petugas medis di sana. Salah satunya, Wally Tham, pembentuk grup Facebook @StandUpForSG, sebuah akun yang didedikasikan untuk permasalahan sosial yang ada di Singapura.

Seperti dilansir dari BBC, Kamis 13 Februari 2020, sebelumnya ia mendapat kabar jika adanya diskriminasi terhadap tenaga medis, yang membuat Wally Tham berinisiatif menangkal kabar tersebut dengan menggunakan tagar #bravehearts.

Tagar ini telah digunakan lebih dari 5.000 kali pengguna media sosial sejak Sabtu lalu. Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong pun juga ikut menuliskan tagar tersebut di akun Facebook miliknya.

Banyak orang yang cemas dan beranggapan bahwa tenaga medis yang merawat pasien corona, juga akan tertular virus tersebut. Akhirnya saat para tenaga medis sedang di luar pekerjaannya, mereka mendapat perlakuan negatif dari orang sekitar. Yups, sebagian masyarakat menjauhinya.

Namun, masih ada orang-orang yang peduli dengan para tenaga medis yang telah menolong banyak korban.

Sejauh ini, lebih dari 800 catatan telah dikirim ke grup Facebook StandUpForSG. Wally mejelaskan, mereka berharap dapat mencetak sebanyak mungkin dan membangiakannya ke semua rumah sakit saat hari Valentine tiba.

“Mereka berjuang melawan virus tetapi mereka didiskriminasi karena orang berpikir bahwa mereka akan membawa virus,” tulis Felicia Lim, membagikan pesan dukungannya sebagai bagian dari tugas sekolah.

“Saya yakin mereka juga takut terhadap virus,” tambahnya.

“Terima kasih telah bekerja tanpa lelah di garis depan! Kamu/Anda adalah inspirasi untuk kita semua. Terima kasih telah bersikap tanpa pamrih dan berani,” tulis @missnia.

“Saya ingin terlibat karena ada begitu banyak ketakutan saat ini. Ketakutan mengarah pada keegoisan dan diskriminasi,” tulis Brenda Nio, seorang guru di Singapura

“Jika kita bekerja bersama, kita bisa saling mendukung. Saya ingin melakukan apa yang bisa saya lakukan, untuk menebar pesan kebaikan, keberanian, harapan, dan dorongan,” ujarnya.

Pemerintah Singapura juga telah berusaha keras untuk meredam kekhawatiran masyarakat dengan mendorong warga Singapura untuk bersatu.

Tetapi upaya itu tidak selalu berhasil, banyak orang Singapura yang berbondong-bondong membeli persediaan makanan di Supermarket saat negara tersebut menaikkan tingkat siaga terhadap virus corona.
(Mila Arinda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here