Selain di Indonesia, Ini Beberapa Tradisi Ramadan yang Unik di Negara Lain
Mesir melarang warganya berkumpul dan mengadakan buka puasa bersama saat ramadan

MATA INDONESIA, JAKARTA – Selama bulan Ramadan di Indonesia, ngabuburit menjadi sebuah tradisi untuk menunggu berbuka puasa. Kegiatan yang dilakukan umumnya seperti kegiatan sosial atau berkumpul bersama sahabat dan kerabat.

Namun, di tengah situasi pandemi Covid-19, kegiatan yang memicu kerumunan harus dihindari sebagai bentuk upaya mencegah penyebaran Covid-19. Padahal, sebelum pandemi Covid-19, kegiatan untuk berkumpul sering dilakukan. Sama halnya dengan sejumlah tradisi Ramadan di beberapa negara lain yang cukup meriah.

Seperti tradisi Haq Al Laila, yaitu mirip dengan trick-or-treat saat Halloween di dunia barat. Anak-anak akan mengunjungi rumah untuk meminta permen atau kacang. Namun, hal ini bukan terjadi di negara barat melainkan di Uni Emirat Arab.

Anak-anak mengenakan baju berwarna cerah dan menyanyikan lagu-lagu Islami, sambil mendatangi rumah tetangga dengan membawa keranjang kayu.

Lalu, ada tradisi membangunkan orang saat sahur di negara-negara Arab dan Afrika. Petugasnya bernama mesharaty atau pemanggil malam. Dengan menggunakan gendang kulit yang ditabuh lembut, mesaharaty akan berkeliling dan membangunkan orang.

Aktivitas ini masih dilakukan di negara-negara seperti Arab Saudi, Yaman dan Mesir. Umumnya, mesaharaty masih aktif di desa-desa.

Kemudian ada juga Midfa Al Iftar, yaitu sebuah tradisi menembakan meriam untuk menandai waktu berbuka puasa. Tradisi ini berasal dari Mesir dan sudah dilakukan jauh sebelum teknologi alarm diciptakan.

Selain itu, tradisi unik lainnya yang berasal dari Mesir adalah pemasangan lampu dengan kap berwarna cerah. Lentera atau yang disebut fanous ini telah menjadi simbol Ramadan.

Terakhir, yaitu permainan tradisional bernama mheibes. Umumnya tradisi ini dilakukan setelah berbuka puasa di Irak. Permainan ini melibatkan dua kelompok yang terdiri dari 40-250 pemain yang bergiliran menyembunyikan mheibes atau cincin.

Adapun, permainan ini dinilai kaya akan unsur budaya dan sejarah yang mendalam. Terlihat dari beberapa dekade lalu, yaitu pemerintah Irak yang menyelenggarakan permainan berskala komunitas dan diikuti ratusan peserta.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here