Usai Ikrar Sumpah Setia pada NKRI, 34 Narapidana Terorisme Bakal Pisah Sel
Ilustrasi terorisme

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bentuk manipulasi diri terlihat pada terduga teroris yang diamankan Densus 88 Antiteror di Kabupaten Kediri, Desa Tambakrejo, Kecamatan Gurah. Seorang laki-laki berininsial SH, dikenal ramah dan baik kepada masyarakat. Pengamat intelijen dan terorisme Stanislaus Riyanta menilai bahwa teroris juga bisa manipulasi diri sebagai individu yang ramah.

“Iya ini bentuk adaptasi untuk mengelabuhi aparat keamanan,” kata Stanislaus kepada Mata Indonesia News, Kamis 4 Maret 2021.

SH memang belum lama tinggal di daerah tersebut, namun perilakunya yang penuh kehangatan sudah dirasakan warga sekitar. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Desa Tambakrejo, Machfud Fauzi.

“Beliau ini orangnya sangat supel, ramah, dan baik. Bahkan setiap Jumat selalu menyumbang nasi makanan di Masjid, maupun untuk warga yang membutuhkan secara gratis. Apalagi beliau ini aktif di masjid desa sebagai Jemaah dan sangat ringan tangan membantu jika dibutuhkan,” kata Machfud.

Ia dan warga lainnya tidak menyangka SH ditangkap oleh Densus 88 Antiteror karena terduga sebagai teroris. Padahal dalam kesehariannya, SH yang dekat dengan warga serta peduli terhadap lingkungan.

SH diketahui baru berdomisili di Desa Tambakrejo selama 4 bulan. Ia membeli tanah kosong dan mendirikan bangunan rumah. Sebelumnya, SH merupakan warga Surabaya bukan warga asli Tambakrejo.

Densus 88 Antiteror akhirnya mengamankan SH bersama rekannya sekitar pukul 14:30 WIB. Ia ditangkap ketika naik mobil di sekitar rumahnya. Setelah diamankan, ternyata ditemukan beberapa benda tajam seperti pisau, pedang, senapan angin dan buku serta beberapa dokumen.

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here