Volvo Rugi 110 Juta Dolar AS Selama Corona
Ilustrasi logo Volvo (istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Perusahaan otomotif asal Swedia, Volvo Cars membukukan kerugian operasional senilai 110 juta dolar AS atau setara Rp 1,6 triliun pada semester pertama 2020.

Kerugian ini sebagai efek dari penyebaran wabah corona (COVID-19) yang ikut menurunkan daya beli konsumen. Sebagai catatan, Volvo pada semester I 2020 menjual 269.962 mobil. Jumlah ini turun dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar 340.826 unit.

Meski begitu, CEO Volvo Cars Hakan Samuelsson mengatakan, perusahaannya mendapatkan pertumbuhan penjualan secara bertahap pada kuartal II 2020 dari pasar Cina dan Amerika Serikat.

“Kami berharap pulih pada paruh kedua tahun ini dan berbagai model mobil listrik akan menempatkan kami pada posisi yang kuat untuk memenuhi tren di masa depan,” katanya melansir Xinhua pada Kamis, 23 Juli 2020.

Volvo berencana akan memulai produksi mobil Volvo XC40 P8, yang diikuti model-model lainnya dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami akan terus fokus dan berinvestasi dalam elektrifikasi, penjualan online, dan konektivitas,” ujar Hakan.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here