Dirut Hanson Interanasional Benny Tjokrosaputro (doc: pasardana.id)
Dirut Hanson Interanasional Benny Tjokrosaputro (doc: pasardana.id)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Benny Tjokrosaputro alias Benny Tjokro, salah satu Tersangka kasus Jiwasraya memberikan sebuah pengakuan yang mengejutkan dari tulisan tangannya terkait kasus gagal bayar pada perusahaan asuransi plat merah ini.

Surat yang ditulis dari dalam tahanan Kejaksaan Agung (Kejagung) ini diungkapkan oleh salah seorang kuasa hukum Benny Tjokro, Bob Hasan.

Dalam surat tanpa tanda tangan dan tanggal itu, Benny Tjokro merasa dikorbankan dalam kasus Jiwasraya yang membuatnya dijerat hukum.

“Jangan demi gengsi, Pimpinan BPK RI dan Kejagung mengorbankan pihak lain (Perusahaan publik) spt Hanson untuk dirampas asetnya demi tutup lubang yg dibuat pihak lain di Jiwasraya,” tulis Benny di surat tersebut melansir Kumparan, Sabtu 22 Februari 2020 malam.

Sayangnya, Benny tak menyebutkan secara pasti siapa pihak lain yang terlibat dalam kasus Jiwasraya.

Namun dalam surat itu, Benny Tjokro juga meminta BPK RI jangan memaksakan audit terlalu cepat, kalau belum selesai memeriksa Jiwasraya pada periode 2006-2016.

“Tolong BPK RI & Kejagung periksa juga pembelian saham langsung maupun lewat manajer-manajer investasi tahun 2006-2016. Siapa aja yg buat lubang awal Jiwasraya,” katanya.

Surat tulis tangan Benny Tjokro

Seperti diketahui, Kejagung telah menahan Benny Tjokro sejak 24 Januari 2020 lalu. Selain itu, Kejaksaan juga menahan mantan direksi Jiwasraya yakni Hendrisman Rahim dan Harry Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Mineral Tbk (TRAM) Heru Hidayat, dan sejumlah orang lainnya.

1 KOMENTAR

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here