Vaksinasi virus corona

MATA INDONESIA, JAKARTA –¬†Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, ia sama sekali tak menemukan bukti bahwa vaksin yang ada saat ini tidak bisa melawan mutasi virus corona yang tengah berkembang.

“Saya belum lihat ilmiah yang mengatakan bahwa vaksin yang ada sekarang tidak bisa melawan B117,” kata Budi, seperti dikutip Selasa 2 Maret 2021.

Budi berkata, jurnal-jurnal terkemuka internasional juga tidak menunjukkan bahwa ada ahli yang mengatakan vaksin gagal mengatasi strain baru virus ini.

“Saya baca jurnal terkemuka di dunia belum ada ahli yang bilang bahwa vaksin tidak bisa mengatasi virus strain baru ini. Jadi sementara saya serahkan ke ahlinya,” ujar Budi.

Kemudian, Menkes Budi mengatakan, varian baru virus corona telah masuk ke beberapa negara sejak Desember 2020.

Di Malaysia varian baru Corona ditemukan pada 23 Desember 2020, Singapura 24 Desember 2020, Filipina 26 Januari 2021, dan Kamboja 15 Februari 2021.

Sementara, di Indonesia, pemerintah baru mengkonfirmasi keberadaan varian dari Inggris itu pada Selasa 2 Maret.

Budi menuturkan agar pengawasan lebih ketat, pihaknya dan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menandatangani penyatuan 12 laboratorium. Tujuannya untuk meningkatkan surveilans.

Dia mengatakan sejak Desember hingga hari ini pemerintah masih mampu mengendalikan penularan virus. Sebelumnya, pemerintah mengkonfirmasi penemuan dua kasus varian baru virus corona yang terdeteksi masuk dari Arab Saudi.

Mutasi virus itu diketahui pertama kali ditemukan di Inggris dan kini telah menyebar di lebih dari 33 negara. Temuan itu didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap 462 sampel dengan metode Whole Genome Sequence (WGS).

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here