ilustrasi narkoba
Narkoba (ilustrasi)

MATA INDONESIA, JAKARTA –¬†Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit menurunkan tim Operasi Halilintar untuk mengembangkan dan mengusut tuntas kasus narkoba jaringan Cina-Malaysia-Aceh, sekaligus memburu para pemasok dan pemesan barang terlarang tersebut.

Listyo menyebut, tim Halilintar tengah bekerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia untuk melakukan penelusuran mendalam, setelah digagalkannya penyelundupan 159 kg sabu-sabu dari Cina.

“Kami tidak berhenti sampai di sini, upaya lebih lanjut dikembangkan, dan terutama siapa pemesannya. Inisial sudah kami kantongi,” kata Komjen Listyo di Jakarta, Kamis 25 Juni 2020.

“Kami juga dapat info mereka (para tersangka) berhubungan dengan Mr X domisili di Malaysia. Dan Mr X ini berhubungan dengan A di dalam lapas,” ujarnya menambahkan.

Sebelumnya Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia bersama Ditjen Bea dan Cukai yang tergabung dalam tim Operasi Halilintar menyita barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 159 kilogram asal Cina dan menangkap lima tersangka.

Lima tersangka yakni ES, SD, US, SY, dan IR ditangkap di Bekasi, Pekanbaru, dan perairan Aceh. Para tersangka ini ada yang berperan sebagai kurir maupun pengangkut.

Mereka ditangkap pada akhir Mei hingga pertengahan Juni 2020. Selain 159 kg sabu-sabu, tim penyidik juga menyita 3.000 butir ekstasi dan 300 butir H5 dari tangan tersangka.

Dalam kasus ini, paket sabu-sabu diduga didatangkan dari Malaysia melalui jalur laut dan mendarat di perairan Aceh. Selanjutnya dikirim menggunakan truk ke Sumatera, khususnya Pekanbaru dan ke wilayah Jabodetabek.

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here