(Foto: Freepik)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Jerman tidak akan dapat mencabut semua pembatasan lockdown virus corona pada awal Februari, dikatakan Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn. Ia juga mengungkapkan bahwa perlunya mengurangi kontak lebih lanjut untuk menekan varian virus yang lebih ganas.

Kabinet Jerman menyetujui kontrol yang lebih ketat terhadap orang-orang yang memasuki negara itu, setelah lockdown nasional pekan lalu diperketat dan diperpanjang hingga akhir Januari.

“Satu hal sudah terbukti, tidak akan mungkin untuk melonggarkan semua pembatasan pada 1 Februari,” kata Spahn kepada radio Deutschlandfunk, melansir Reuters, Rabu, 13 Januari 2021.

Institut Robert Koch (RKI) untuk penyakit menular melaporkan, setidaknya terdapat 19,600 kasus infeksi virus corona baru pada Rabu (13/1). Sementara angka korban meninggal dunia meningkat 1,060 menjadi 42, 637.

Aturan baru yang lebih ketat diterapkan pemerintah Jerman. Di mana setiap orang yang datang dari negara dengan beban kasus virus corona yang tinggi atau negara dengan varian yang lebih ganas wajib untuk melakukan tes virus corona.

Kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan pada pertemuan anggota parlemen bahwa delapan hingga 10 pekan mendatang akan menjadi sangat sulit bagi negaranya, jika varian yang lebih menular –yang pertama kali diidentifikasi di Inggris, menyebar ke Jerman.

Sedangkan Menteri Keuangan, Olaf Scholz memastikan bahwa pemerintah akan terus mendukung setiap perusahaan yang terkena dampak pandemi virus corona. “Kami akan terus melakukan ini selama diperplukan,” kata sang Menteri Keuangan.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here