Kondom bekas pakai disita polisi
Kondom bekas pakai disita polisi

MATA INDONESIA, JAKARTA-Masyarakat di dunia patut waspada. Pasalnya, kepolisian Vietnam menyita 324.000 kondom bekas dengan berat total 360kg sedang didaur ulang usia penggerebekan di sebuah gudang di provinsi Binh Duong.

Melansir asiaone.com, Jumat 25 September 2020, saat penggrebekan, para pekerja sedang membersihkan dan mengeringkan kondom tersebut dan dibentuk kembali dalam kondisi tidak higienis. Diketahui ribuan kondom tersebut akan dikemas ulang dan dijual kembali kepada pelanggan yang tidak menaruh curiga.

Pemiliknya, Pham Thi Thanh Ngoc (33) mengatakan bahwa dia menerima ribuan kondom bekas setiap bulan dari orang yang tidak diungkapkan identitasnya.

Direktur Manajemen Pasar Provinsi Tran Van Tung mengatakan saat ini kondom telah disita untuk digunakan sebagai barang bukti, tetapi segera dibuang karena dianggap limbah medis berbahaya.

“Kondom diklasifikasikan sebagai barang medis, jadi kami akan melihat Undang-Undang yang dilanggar dari aktivitas ini,” ujar salah satu petugas pemerintah.

Seperti yang diketahui, kondom berguna untuk melindungi orang dari penyebaran penyakit menular seksual serta kehamilan yang tidak diinginkan. Namun, kondom yang diproduksi di tempat yang meragukan dapat menimbulkan ancaman bagi kesehatan pengguna.

Menurut Tuoi Tre News, orang Vietnam menggunakan sekitar 500 dan 600 juta kondom setiap tahun. Itu artinya beberapa orang di negara itu mungkin tidak menyadari bahwa sedang memakai kondom daur ulang dan terancam berbagai macam penyakit.

Seorang ahli epidemiologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menjelaskan bahwa mencuci kondom dengan sabun tidak akan membunuh bakteri atau virus yang bersembunyi di permukaannya. Melakukan hal itu hanya akan membuat lateks robek.

Menyusul kekhawatiran publik tentang penggunaan kondom, pada 2018 CDC sudah melakukan peringatan kepada masyarakat untuk tidak mencuci atau menggunakan kembali kondom.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here