Rosan P Roeslani. (Foto: Kadin)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh lagi andal. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka perlu dibangun sistem pendidikan dan pelatihan yang didalamnya menyadur perkembangan teknologi dan transformasi.

“Melihat kebutuhan yang ada saat ini, Kadin Indonesia mengusulkan untuk memprioritaskan skema vokasi dengan model ganda yang mengedepankan kolaborasi antara dunia usaha dengan dunia pendidikan atau pelatihan,” kata Ketua Kadin, Rosan P Roeslani, Selasa, 23 Februari 2021.

Oleh karenanya, Rosan mengatakan bahwa sistem pendidikan dan pelatihan vokasi harus diterapkan dengan memperhatikan setiap elemen yang ada. Sebagai catatan, vokasi adalah pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu, meliputi program pendidikan Diploma yang setara dengan program pendidikan akademik strata 1.

Rosan menuturkan bahwa keterlibatan dunia usaha dan industry (DUDI) menjadi faktor penting. Di mana sektor swasta perlu mempersiapkan diri sehingga dapat menjadi mitra bagi pemerintah dalam mengembangkan SDM yang dimiliki Indonesia.

“Keterlibatan industri dalam pengembangan SDM akan mempercepat penyiapan SDM yang unggul dan juga mengurangi ketidaksesuaian yang selama ini terjadi,” ucap Rosan.

“Hal ini menjadi penting untuk disadari bahwa kalau kita mau mendapat SDM yang andal harus dengan persiapan matang dan terencana,” tuntasnya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here