NASA bakal mengubah kawah di bulan menjadi teleksop radio (foto istimewa)
NASA bakal mengubah kawah di bulan menjadi teleksop radio (foto istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA-Ambisi besar Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) terhadap satelit alami bulan makin menggila. Kali ini, NASA bakal mengubah kawah di Bulan menjadi teleskop radio besar dengan ukuran satu kilometer.

Apabila proyek tersebut rampung, teleskop itu akan berukuran dua kali lebih besar dibandingkan teleskop radio terbesar di dunia milik Cina, FAST.

“Kami mengusulkan untuk mempelajari kelayakan membangun teleskop radio gelombang panjang ultra-panjang, di dalam kawah bulan di sisi jauh bulan,” ujar ahli teknologi dari NASA Jet Propulsion Laboratory, Saptarshi Bandyopadhyay.

Bandyopadhyay mengatakan teleskop radio akan menjadi yang terbesar di tata surya. LCRT memungkinkan penemuan-penemuan ilmiah baru yang menarik di bidang antariksa dengan mengamati alam semesta di pita panjang gelombang 10-50m (pita frekuensi 6-30MHz), yang sebelumnya belum dieksplorasi.

Sebelumnya, NASA harus terlebih dahulu menyetujui proyek ini untuk pengembangan lebih lanjut. Program hibah yang memberikan dana untuk proyek ini dimaksudkan untuk memelihara ide-ide visioner di NASA.

Bandyopadhyay mengatakan akan muncul tugas yang menantang untuk membuat teleskop radio LCRT. Pembuatan LCRT akan melibatkan penggunaan robot jelajah bulan untuk memasang kawat di dalam kawah bulan.

Menara penerima sinyal juga harus diletakkan di tengah kawah. Pembangunan ini dapat menerapkan konsep otomasi tanpa manusia harus berada di bulan.

Dilansir dari Digital Trend, apabila semuanya berjalan dengan baik, LCRT bisa menjadi teleskop radio masa depan. LCRT bisa bergabung dengan FAST dalam membantu mendeteksi berbagai macam fenomena dari galaksi yang terdalam.

NASA mengatakan LCRT mampu mengamati alam semesta pada panjang gelombang lebih dari 10 m (frekuensi di bawah 30MHz), yang sampai sekarang sebagian besar belum dieksplorasi oleh manusia.

Bulan, di mana LCRT dibangun juga bertindak sebagai perisai fisik yang mengisolasi teleskop permukaan-bulan dari gangguan radio atau suara dari sumber-sumber berbasis bumi.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here