Justin Trudeau. (Foto: US News)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Kanada memulai kampanye inokulasi terhadap COVID-19 pada Senin (14/12) dengan menyuntikkan petugas kesehatan dan penghuni panti jompo. Kanada menjadi negara ketiga di dunia yang menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech.

Anita Quidangen menjadi orang Kanada pertama yang mendapat suntikan vaksin COVID-19, Pfizer-BioNTech. Anita merupakan pekerja di Rekai Centre, sebuah panti jompo nirlaba untuk lansia di Toronto.

“Jelas, ini sangat melegakan. Ini mungkin hanya permulaan, tapi kami merasa bagaimanapun pandemi ini akan segera berakhir,” kata Perdana Menteri, Justin Trudeau, melansir Reuters, Selasa, 15 Desember 2020.

“Kami jelas harus memberikan prioritas kepada yang paling rentan, tetapi yang kedua saya memiliki kesempatan – seperti semua orang dewasa yang sehat.  Saya akan melakukannya dengan sangat jelas dan antusias,” sambungnya.

Gelombang kedua virus korona menyebar di seluruh Kanada, memaksa beberapa provinsi untuk kembali menekan bisnis dan membatasi pertemuan sosial. Kanada sejauh ini telah melaporkan 460.743 kasus, sebagian besar terjadi di wilayah Ontario – provinsi terpadat – dan Quebec.

“Ini kabar baik untuk Kanada. Ini benar-benar kabar baik untuk Quebec,” kata Menteri Kesehatan Federal, Patty Hajdu di luar Pusat Geriatrik Maimonides di Montreal.

Sekitar 150 penduduk Kanada akan menerima suntikan vaksin COVID-19 di Maimonides pada hari Senin (14/12), dan 50 ribu orang akan divaksinasi di Quebec pada 4 Januari, kata Menteri Kesehatan Quebec Christian Dube.

Lebih dari 60% dari 13.431 kematian akibat infeksi virus corona di Kanada terjadi di tempat tinggal lansia, turun dari 80% pada gelombang pertama. Otoritas kesehatan federal Kanada pada Jumat (13/12) meminta provinsi untuk memberlakukan lebih banyak pembatasan.

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here