MATA INDONESIA, BANGKOK – Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal melaju ke final Toyota Thailand Open 2021 Super 1000. Pelatih Eng Hian menyebut, anak didiknya itu mengalami penurunan.

Laju Greysia/Apriyani terhenti di semifinal setelah dikalahkan pasangan Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Sheung Chan, 16-21 dan 18-21 daam waktu 58 menit.

Pencapaian Greysia/Apriyani di turnamen ini memang menurun. Pasalnya, pekan lalu mereka berhasil menjadi juara di Yonex Thailand Open 2021 Super 1000.

“Penampilan Greysia/Apriyani hari ini tidak fresh seperti minggu lalu. Dibutuhkan kesegaran badan untuk menunjang gerakan di lapangan. Tidak boleh kalah cepat dan tidak boleh turun konsistensinya. Kondisi badan yang tidak fresh mempengaruhi kualitas pukulan bola,” jelas Eng Hian, yang akrab dipanggil Didi.

Meski kondisi fisik menurun, Greysia/Apriyani dinilai cukup konsisten di lapangan. Keduanya pun telah melebihi target yang diberikan PP PBSI.

“Mereka cukup konsisten dan bermain sesuai kebutuhan di lapangan. Hasil dari dua turnamen ini sudah melebihi target yang diberikan oleh PBSI. Tetapi tentunya saya sebagai pelatih dan Greysia/Apriyani sendiri pasti ingin selalu menjadi yang terbaik,” ungkapnya.

Pada pekan depan Greysia/Apriyani harus kembali bertarung dalam BWF World Tour Finals. Eng Hian berharap, kondisi mereka bisa kembali bugar dan meraih hasil terbaik.

“Saya akan memberikan istirahat, terutama untuk Greysia/Apriyani sampai hari Senin supaya badan bisa fresh untuk BWF World Tour Finals. Doakan saja untuk minggu depan kita dapat menjadi yang terbaik lagi” tutur Eng Hian.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here