Amerika Serikat. (Foto: Instagram @thrillist)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden akan memberlakukan larangan bagi sebagian besar warga non-AS memasuki negaranya. Langkah ini ditempuh demi menahan penyebaran varian baru virus corona.

Pelancong yang berasal dari Brasil, Inggris, Irlandia, dan 26 negara di Eropa tidak mendapatkan izin masuk ke Negeri Paman Sam. Selain negara-negara tersebut, Afrika Selatan juga tidak diperbolehkan memasuki AS.

“Kami menambahkan Afrika Selatan ke dalam daftar terbatas karena varian yang mengkhawatirkan yang telah menyebar ke luar Afrika Selatan,” kata Dr. Anne Schuchat, wakil direktur utama CDC, dalam sebuah wawancara, melansir Reuters.

Sang dokter menambahkan, pemerintah AS menerapkan serangakaian tindakan ini demi melindungi warga Amerika Serikat, mengurangi risiko penyebaran varian virus baru, dan memperburuk pandemi.

Pada 18 Januari, mantan Presiden Donald Trump memerintahkan mencabut larangan masuk untuk para pelancong asal Brasil dan Eropa. Akan tetapi, keputusan tersebut dibatalkan oleh Presiden AS baru, Joe Biden.

Berbeda dengan Trump, Biden mengambil pendekatan yang agresif untuk memerangi penyebaran virus corona. Terutama setelah Trump menolak mandat yang diminta oleh badan kesehatan AS.

Sejumlah pejabat kesehatan di AS prihatin, vaksin yang telah diberikan saat ini mungkin tidak efektif melawan varian virus Afrika Selatan, bahkan meningkatkan kemungkinan infeksi ulang.

Varian Afrika Selatan juga dikenal sebagai varian 501Y.V2, 50% lebih menular dan telah terdeteksi di setidaknya 20 negara. Varian Afrika Selatan sejatinya belum ditemukan di AS, tetapi, setidaknya 20 negara bagian AS telah mendeteksi varian Inggris yang dikenal sebagai B.1.1.7.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here