Resesi
Ilustrasi Resesi (istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indonesia disebut-sebut sudah berada di ambang resesi, setelah penanganan krisis di tengah pandemi Covid-19 belum berjalan optimal.

Lalu, bagaimana cara Indonesia keluar dari resesi ini?

Menurut ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara, Indonesia harus mengedepankan dua sektor, yakni manufaktur dan pertanian untuk keluar dari resesi.

“Pertama adalah industri manufaktr, karena salah satu penopang ekonomi yang berkontribusi 20 persen terhadap PDB dan 14 persen dari total lapangan kerja,” kata Bhima, seperti dikutip pada Jumat 31 Juli 2020.

Ia menyebut, industri pengolahan yang berorientasi ekspor, dapat didorong dengan percepatan penetrasi ke pasar yang ekonominya cepat pulih, salah satunya Cina.

Kemudian, untuk industri pengolahan dalam negeri, kuncinya menurut Bhima adalah menjaga daya beli. Jika kurva pandemi mulai landai, dibarengi dengan realisasi bansos yang lebih tinggi, maka demand produk industri lokal bisa tumbuh.

Kemudian, sektor kedua yakni pertanian, kontribusinya terhadap PDB sebesar 12,8 persen, dan menyerap 29 persen dari total lapangan pekerjaan.

Indonesia memiliki sumber daya pertanian yang melimpah. Sehingga kunci untuk mendukung recovery adalah hilirisasi produk pertanian, inovasi, dan regenerasi petani muda.

“Saat ini banyak pekerja sektor formal yang di PHK pulang ke desa dan bekerja sebagai petani. Harusnya situasi ini bisa dipertahankan kalau pertanian adalah sektor yang menjanjikan. Pemerintah juga bisa memperbesar serapan gabah petani dengan harga yang lebih tinggi agar banyak pengangguran yang masuk ke pertanian,”ujarnya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here