Lockdown diperlonggar warga ramai potong rambut
Ilustrasi Lockdown diperlonggar warga ramai potong rambut

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah mendapat izin buka kembali akibat pelonggaran lockdown, salon dan gerai cukur rambut menjadi bisnis paling laris di Singapura. Bahkan, pada Selasa 12 Mei 2020, sejak pagi antrean warga yang ingin memotong rambutnya seperti tidak berkesudahan.

Singapura yang menerapkan lockdown untuk memutus penyebaran Covid19 telah menutup tempat penataan rambut itu selama hampir tiga minggu.

The Straits Times melaporkan lebih dari 10 orang berbaris menunggu di luar salon Snip Avenue di Bishan Street 13. Mereka tetap mengenakan masker.

Sementara beberapa salon lain di lingkungan itu menyebutkan pelanggan tetap telah menelepon untuk membuat janji.

Salon dan tukang cukur adalah salah satu dari sejumlah bisnis yang diizinkan buka kembali setelah ditutup pada 22 April seiring adanya pembatasan sosial akibat wabah virus Corona.

Sekalipun tempat pemangkasan rambut itu bisa buka kembali tapi pembatasan tetap diberlakukan.

Kini gerai pangkas rambut pun menerapkan sistem check-in digital yang didukung pemerintah, yakni SafeEntry yang akan merekam semua orang masuk dan keluar. Ini diberlakukan pada karyawan dan pengunjung demi memudahkan pelacakan kontak secara digital.

SafeEntry ini jua harus dipasang di salon dan tukang cukur. Alasannya, orang-orang yang mendapat pelayanan penataan rambut cenderung berada dalam jarak dekat dalam ruang tertutup bahkan untuk waktu lama.

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here