ledakan bahan kimia amonium nitrat di Beirut Lebanon
ledakan bahan kimia amonium nitrat di Beirut Lebanon

MATA INDONESIA, BEIRUTLebanon sebenarnya baru mulai berbenah, namun ledakan gudang pelabuhan yang menewaskan lebih dari 100 orang 4 Agustus 2020 membuat negara itu kembali terpuruk. Kemampuan finansialnya tidak lagi mampu menutupi kerugian yang mencapai ratusan triliun rupiah.

Menteri Ekonomi Raoul Nehme kepada Stasiun Televisi Sky News Arabia dengan terus terang menyatakan uang di perbankan negara tersebut sangat terbatas termasuk di bank sentral.

Tanpa bantuan luar negeri, negara itu tidak mampu membangun Beirut bahkan pelabuhan yang menjadi lalu lintas logistik.

Maka Nehme menegaskan jalan satu-satunya menyelematkan negara berjuluk “Swiss di Timur Tengah” itu adalah bekerja sama dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

Meski begitu seperti dilansir Antara dari Reuters, hingga kini belum jelas benar apakah ledakan itu bisa mengubah negosiasi Lebanon dengan IMF menjadi lebih cair.

Lembaga keuangan transnasional tersebut sebenarnya sudah merancang sejumlah paket dana talangan sejak Mei 2020 untuk membendung krisis keuangan negeri itu lebih dalam lagi.

Namun perundingan itu macet di tengah ketidaksepakatan mengenai skala kerugian finansial dalam sistem perbankan Lebanon.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here