Kekayaan Alam Papua Harus Dikelola dengan Baik untuk Kesejahteraan Masyarakat Asli
Papua. (Foto: Ist)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Keterlibatan masyarakat asli Papua dinilai akan mendorong kesuksesan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Peneliti dari Universitas Cendrawasih Dr Elisabeth Wambrauw menegaskan hal serupa yakni pentingnya peran masyarakat lokal.

“Proses perencanaan yang perlu melibatkan masyarakat terutama masyarakat lokal,” kata Elisabeth.

Selain melibatkan masyarakat asli Papua, setiap perencanaan khususnya untuk pembangunan infrastruktu harus terintegrasi dengan baik. Seperti halnya, pembangunan Jalan Trans-Papua, yang memiliki tujuan yang mulia bagi kemajuan Papua.

“Yang perlu dilakukan pertama adalah kita harus membuat seluruh rangkaian perencanaan harus terintegrasi, dari nasional sampai ke daerah sehingga pemberdayaan Trans Papua sudah sesuai peruntukkannya, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan fungsi lahan,” kata Elisabeth.

Namun untuk merealisasikan ini semua, diperlukan sebuah pemahaman yang mendalam tentang Adat yang ada di Papua. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Papua Barat, Filep Wamafma menegaskan bahwa adat adalah roh pertama dalam pembangunan di Papua.

“Melibatkan adat adalah langkah terbaik dalam pembangunan, karena dengan demikian ada perhatian atau care sebagai Ibu bagi Tanah Papua,” kata Filep.

Selain itu, ia mengatakan bahwa agama juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Papua. Hal ini dinilai sebagai wadah reflektif bagi orang Papua untuk melihat dirinya.

“Dalam hal pembangunan, agama juga perlu dilibatkan agar kecintaan terhadap Papua dinyatakan dengan sungguh-sungguh,” kata Filep.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here