The Proud Boyz. (Foto: CNN)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Kanada menetapkan The Proud Boys sebagai entitas teroris karena dianggap menimbulkan ancaman keamanan. Dalam rilis pers, The Proud Boys dinilai sebagai kelompok ekstremis brutal bermotivasi ideologis, bersama tiga lainnya, yakni Divisi Atomwaffen, The Base dan Gerakan Kekaisaran Rusia.

The Proud Boys didirikan tahun 2016. Prinsip utama mereka adalah sebuah keyakinan pada perbatasan tertutup dan tujuan memulihkan semangat chauvinisme Barat. Pendiri The Proud Boys sendiri merupakan warga Kanada yang tinggal di Amerika Serikat.

Akan tetapi, berdasarkan referensi dari media massa di AS dan Prancis, organisasi ini didirikan oleh sejumlah tokoh nasionalis kulit putih yang menganggap bahwa kultur dan budaya masyarakat Barat tengah berada dalam ancaman serius.

“Tindakan kekerasan dan retorika mereka dipicu oleh supremasi kulit putih, anti-Semitisme, rasisme, homofobia, Islamofobia, dan kebencian terhadap wanita. Sayangnya, seringkali merupakan kombinasi dari semua hal di atas,” tutur Menteri Keamanan Publik Kanada, Bill Blair pada konferensi pers, melansir CNN, Kamis, 4 Februari 2021.

Pejabat pemerintah mengatakan langkah tersebut akan membantu Kanada membekukan aset keuangan kelompok dan mengkriminalisasi pembiayaan, pelatihan, serta perekrutan untuk semua kelompok tersebut.

Pada Januari, Jaringan Anti-Kebencian Kanada (CAHN) mengatakan dalam sebuah blog bahwa The Canadian Proud Boys harus terus dilawan, diekspos, dan dimintai pertanggungjawaban, tetapi sebutan terorisme adalah langkah serius yang membutuhkan diskusi lebih lanjut.

“Saya pikir menteri (Blair) memenuhi beberapa kekhawatiran kami hari ini. Tetapi itu tidak berarti kami tidak akan terus melihat bagaimana terorisme dibahas, bagaimana label diterapkan dan sebagainya,” kata Direktur Eksekutif CAHN, Evan Balgord, menambahkan bahwa pemerintah belum secara terbuka mengungkapkan intelijen atau tuduhan apa pun terhadap Proud Boys di Kanada.

Dalam pernyataan online, The Proud Boys mengatakan bahwa mereka hanya menggunakan kekerasan untuk membela diri. Meski begitu, para anggotanya kerap terlihat membawa senjata api serta mengenakan alat pelindung. Beberapa dari kelompok The Proud Boys bahkan dihukum karena kejahatan terhadap pengunjuk rasa anti-fasis.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here