Ali Kalora
Pimpinan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora

MATA INDONESIA, JAKARTA – Munculnya pembunuhan sadis di Kabupaten Sigi yang dilakukan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) menurut Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane bisa menjadi sinyal untuk teror akhir tahun. Apalagi kerumunan semakin banyak.

Aksi kelompok teroris pimpinan Ali Kalora itu menunjukkan celah sekecil apapun mereka manfaatkan menebar ketakutan di tengah masyarakat.

“Apa yang mereka lakukan di Sigi seperti sebuah sinyal bahwa kelompok radikal terorisme itu akan kembali menebar teror di berbagai tempat. Untuk itu Mabes Polri perlu mewaspadai akan munculnya aksi terorisme di Indonesia menjelang akhir tahun ini,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 3 Desember 2020.

Maka, Neta meminta Polri bekerja cepat dan membuat strategi taktis menangkap dan membongkar jaringan MIT di mana saja, di luar atau di dalam hutan Sulawesi Tengah.

Neta juga melihat sekarang banyak peristiwa yang membuat mereka semakin mudah melancarkan aksinya yaitu terciptanya kerumunan massa dan munculnya gerakan intoleransi.

Saat ini, menurut Neta, narapidana kasus terorisme yang tersebar di sejumlah lembaga pemasyarakatan Indonesia berjumlah lebih dari 500 orang. Mereka yang telah dinyatakan bebas memperoleh binaan dari pemerintah melalui program deradikalisasi.

Namun, Neta mengingatkan terdapat mantan napi yang saat ini tidak terlacak keberadaannya dan berpotensi melakukan aksi teror mendadak.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here