dadang hawari
Dadang Hawari. (id.berita.yahoo.com)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Guru besar ilmu kesehatan jiwa Universitas Indonesia, Dadang Hawari meninggal dunia karena Covid19 pada Kamis 3 Desember 2020 sekitar pukul 15.10 WIB.

Kabar wafatnya pakar ilmu kesehatan jiwa kondang itu, diunggah Wakil Direktur UKK Pusbangki FKUI, dr Irzan Nurman melalui akun twitternya.

“Innalillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Telah berpulang, guru & senior kami, Prof. dr. Dadang Hawari, SpKJ, pukul 15.10. Terakhir beliau & istri sempat masuk RS dlm perawatan krn COVID. Moga almarhum husnul khatimah. Indonesia kembali kehilangan salah satu guru besar kedokteran,” begitu bunyi pernyataannya.

Meski begitu hingga kini kemajuan medis istri almarhum belum diketahui. Dadang Hawari semasa hidupnya dikenal sering menangani orang-orang dengan penyalahgunaan narkotika.

Lelaki kelahiran Pekalongan, 16 Juni 1940 itu juga sering mengisi acara di televisi siaran membahas berbagai kasus dari tinjauan psikologi. Dia juga dikenal sering mengisi ceramah agama khusus masalah kesehatan.

Semasa hidup, Dadang meraih berbagai penghargaan antara lain M. H. Thamrin Internasional Hospital Award (Sistem Terpadu NAZA) pada tahun, 2001 dan 2002 (Detoksifikasi Tanpa Anestesi dan Substitusi).

Kemudian, Bakti Eka Tama Award (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) pada tahun 2002; ASEAN Federation for Psychiatry and Mental Health Award di Manila tahun 2003; United Nations Office on Drugs and Crime di New York pada tahun 2003; dan Penghargaan Utama Penanggulangan Bahaya Narkoba (BNN) di Jakarta tahun 2004.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here