Ilustrasi hoaks

MATA INDONESIA, JAKARTA – Terdapat lebih dari 1.000 jenis hoaks yang teridentifikasi sejak awal kemunculan pandemi Covid-19 di Indonesia pada Maret 2020. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Semuel Abrijani Pangerapan menegaskan bahwa Kemkominfo terus aktif dalam memberikan klarifikasi terhadap informasi yang salah.

Selain itu, Kemkominfo juga bergerak cepat untuk menghapus konten yang terbukti hoaks dari media sosial.

“Tapi kalau sudah mengganggu ketertiban umum, kita bisa lapor ke polisi untuk ditindaklanjuti. Saat ini sudah ada 134 kasus yang ditangani kepolisian terkait hoaks Covid-19,” kata Semuel, 26 Januari 2021.

Salah satu kasus hoaks yang sempat mengemuka beberapa waktu adalah meninggalnya seorang tentara usai divaksinasi. Padahal faktanya yang bersangkutan yaitu Kepala Staf Kodim 0817/ Gresik Mayor Infantri Sugeng Riyadi berada dalam kondisi sehat.

Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho menegaskan bahwa hoaks yang paling banyak memang mengenai vaksin Covid-19. Terdapat 83 hoaks terkait vaksin Covid-19 dengan viralitas yang cukup tinggi.

Menurut analisnya, beberapa kelompok masyarakat yang terpengaruh hoaks vaksinasi tersebut didominasi kelompok masyarakat yang percaya teori konspirasi.

“Sehingga menganggap Covid-19 ini flu biasa dan tidak perlu divaksin. Kelompok lainnya adalah kelompok yang mau divaksin dan sadar soal pentingnya vaksinasi Covid-19, tetapi memiliki bias. Misalnya bias Cina atau anti Barat,” kata Septiaji.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here