Mumi penguin di antarktika
Mumi penguin di antarktika

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pemanasan global menyebabkan lapisan es dan salju di Antarktika dan Semenanjung Antarktika, di ujung utara benua mencair. Alhasil, banyak misteri yang tidak diketahui bermunculan disana, salah satunya ditemukannya mumi penguin adelie yang telah tersembunyi di bawah es selama lebih dari 5.000 tahun.

Seorang profesorahli biologi di University of North Carolina, Steven Emslie menemukan tulang-tulang dan bulu hewan itu saat ia sedang mempelajari Cape Irizar tepat di selatan Lidah Es Drygalski di Pantai Scott.

“Kami melihat setidaknya ada setengah lusin bangkai dan mumi utuh atau terdisartikulasi, dan ratusan tulang juga bulu di permukaan dengan noda guano yang baru muncul,” katanya.

Namun, pemandangan itu membingungkan dirinya. Karena ketika dia berkunjung pada Januari 2016, dia tahu bahwa penguin Adélie tidak pernah terlihat di sana selama ratusan tahun.

Dalam sebuah penelitiannya akhirnya ia menemukannya jawabannya dan diterbitkan pada 18 September 2020 di jurnal Geology. Analisis radiokarbon terhadap tulang, kulit telur, dan sampel kulit mumi yang dikumpulkan di situs tersebut mengungkapkan bahwa sisa penguin yang tampaknya segar di Cape Irizar sebenarnya berusia ratusan hingga ribuan tahun.

Menurut Emslie, situs tersebut telah ditempati oleh koloni penguin berkembang biak setidaknya tiga kali selama 5.000 tahun terakhir, tetapi bukti tak berdaya dari pendudukan itu baru saja terungkap, berkat pencairan salju yang semakin cepat selama musim panas Antarktika yang semakin panas.

“Selama bertahun-tahun saya bekerja di Antarktika, saya belum pernah melihat situs seperti ini sebelumnya,” kata Emslie seperti dikutip dari Livescience, Rabu 7 Oktober 2020.

Menurutnya, Mumi tidak akan bertahan di permukaan di daerah berangin ini kecuali jika mereka baru saja terlihat.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here