(Foto: Voice of America)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Amerika Serikat (AS) memutuskan, Cina telah melakukan genosida dan kejahatan kemanusiaan dengan menindas Muslim Uighur di wilayah Xinjiang. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo.

Pompeo menambahkan AS mengambil langkah –yang pasti akan semakin membebani hubungan kedua negara, setelah pemeriksaan yang cermat dari sejumlah fakta yang tersedia, menuduh Partai Komunis Cina telah melakukan kejahatan terhadap Uighur dan minoritas Muslim lainnya setidaknya sejak Maret 2017.

“Saya yakin genosida ini sedang berlangsung, dan kami menyaksikan upaya sistematis untuk menghancurkan Uighur oleh negara partai Cina,” kata Pompeo dalam sebuah pernyataan, melansir Reuters.

Menurut laporan pejabat AS dan kelompok hak asasi manusia, Cina telah memenjarakan lebih dari 1 juta orang, termasuk di dalamnya Uighur dan sebagian besar merupakan umat muslim di jaringan kamp konsentrasi.

Mereka menjadi sasaran penyiksaan, sterilisasi, dan indoktrinasi politik sebagai bagian dari kampanye asimilasi di wilayah yang penduduknya secara etnis dan budaya berbeda dari mayoritas suku Han.

Akan tetapi, Beijing membantah semua tuduhan dengan mengatakan bahwa kebijakannya di Xinjiang hanya bertujuan untuk mempromosikan pembangunan ekonomi dan sosial di kawasan tersebut dan membasmi radikalisme.

Sementara Direktur Eksekutif Uyghur Human Rights Project yang berbasis di Washington, Omer Kanat, berharap penentuan genosida akan mengarah pada sejumlah langkah lebih lanjut, seperti keputusan boikot terhadap Olimpiade Musim Dingin Beijing pada 2022.

“Implikasinya sangat besar. Tidak terpikirkan untuk melanjutkan bisnis seperti biasa dengan negara yang melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Omer Kanat.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here