Ilustrasi media sosial
Ilustrasi media sosial

MATA INDONESIA, JAKARTA – Misinformasi atau informasi tidak benar menjadi permasalahan di media sosial (medsos). Maka sejumlah aplikasi medsos seperti Whatsapp, Facebook, Youtube dan Google mulai menerapkan strategi untuk menghadapi arus misinformasi. Salah satunya dengan melakukan edukasi kepada masyarakat terkait penyebaran misinformasi di Indonesia.

Facebook dan Whatsapp menjadi dua jaringan komunikasi dan media sosial yang kerap digunakan untuk menyebarkan misinformasi bahkan semakin subur menyebarkan informasi tidak benar tentang Covid-19.

Aktivis media sosial (medsos) Enda Nasution pernah menegaskan bahwa selama pandemi masyarakat berusaha mencari informasi sebanyak mungkin. Bila tidak ada ketelitian maka bisa menyebabkan terjerumus dalam misinformasi.

Maka Enda menekankan perlunya peran pemerintah untuk meningkatkan manajemen penanggulangan Covid-19 sehingga tidak menimbulkan kepanikan masyarakat.

“Namun, dalam waktu yang singkat ini, saya melihat banyak perbaikan yang dilakukan pemerintah. Di awal kita ingat informasi masih jalan sendiri-sendiri tidak satu pintu, tidak jelas siapa juru bicara resmi,” kata Endah.

Saat ini semua sudah jelas yaitu sumber informasi melalui situs resmi mulai bermunculan dan data juga sudah terbuka untuk publik.

Meski pemerintah sudah berbenah dan meningkatkan kualitas dalam penyampaian informasi kepada publik, namun di masa pandemi ini aliran misinformasi tetap patut menjadi perhatian khusus, terutama di media sosial.

Pengelola media sosial juga turut berbenah dengan mengarahkan konten ke artikel yang dirilis oleh World Health Organization (WHO) atau badan berwenang dan pemerintah lokal.  Hal ini untuk mempermudah masyarakat mengakses informasi yang akurat.

Upaya lainnya yaitu dengan mengubah kebijakan mereka dalam mencegah misinformasi yaitu dilakukan oleh Twitter dengan menerapkan label peringatan pada tweet yang berpotensi mengarahkan ke misinformasi.

Melalui upaya ini, pihak medsos dan perusahaan internet bisa menentukan langkah selanjutnya yang bisa mereka ambil, termasuk menghapus kicauan hingga memblokir akun tersebut.

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here