Budi Waseso. (Foto: Istimewa)
Budi Waseso. (Foto: Istimewa

MATA INDONESIA, JAKARTA – Perang terhadap mafia beras telah dikibarkan Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) sejak pertama kali dia menjabat hingga ancamannya memecat 100 karyawan BUMN pangan tersebut, kemarin.

“Potensinya iya (dipecat) karena ini orang-orang yang sudah sulit diubah. Berpikirnya sudah luar biasa, justru ini bagian dari mafia itu yang ada di internal Bulog,” ujar Buwas di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis 25 Juni 2020.

Tak hanya berpotensi kehilangan pekerjaan, saat ini Buwas juga sedang meminta bantuan Polri untuk mengkaji penindakan hukum bagi mereka. Bagaimana modus mafia itu bekerja?

1. Menjelek-jelekkan
Dengan menjelekkan kualitas beras, citra Bulog di masyarakat juga buruk sehingga masyarakat tidak mau mengonsumi beras Bulog, sehingga masyarakat mencari distributor lain. Padahal, ia mengklaim kualitas beras Bulog baik dan merupakan hasil serapan dari petani di seluruh Indonesia.

“Mafia ini berjuang agar Bulog tidak bisa eksis, lalu diviralkan beras kualitas jelek, yang ketika dibuka banyak kutunya. Jangankan timbangan beras, kualitas pun tidak kami kurangi. Kami transparan,” kata Buwas di DPR.

2. Gudang Lebih Besar dan Canggih untuk Setop Pasokan
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Firman Soebagyo pernah mensinyalir mafia besar justru memiliki gudang yang lebih besar dibandingkan dengan gudang Bulog sehingga bisa menahan distribusi, menyetop pasokan atau tidak disalurkan ke pasar.

Cukup dua sampai tiga hari menahan produksi mereka bisa menaikkan harga hingga Rp 1.000 per kilogram.

Gudang-gudang para mafia, tersebar di beberapa daerah seperti di Sidrap di Sulawesi Selatan, Sragen di Jawa Tengah, dan beberapa daerah lain di Jawa Timur.

Pergudangan yang dimiliki jauh lebih canggih dibanding dengan gudang milik Bulog dalam menyimpan logistik.

3. Manipulasi Volume Paket Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
Mafia beras juga bermain di BPNT dengan memanipulasi volume paket bantuan sampai dengan mengakali kualitas beras. Buwas bahkan menghitung dari praktik ini para mafia itu bisa mendapat keuntungan sampai Rp 9 miliar.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here