gunung merapi meletus
Erupsi Gunung Merapi

MATA INDONESIA, JAKARTA-Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) meminta wilayah KRB III dalam radius lima kilometer dari puncak kawah merapi agar dikosongkan dari segala jenis aktivitas manusia dan tidak boleh ditinggali oleh penduduk.

“Hal itu dimaksudkan agar bila kemudian Gunung Merapi meletus sewaktu-waktu, tidak terjadi korban jiwa maupun kerugian harta benda,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan resmi, Minggu 22 November 2020.

Ia mengatakan berdasarkan pengamatan dari BPPTKG, bahwa perkembangan aktivitas Gunung Merapi per Sabtu 21 November 2020 terus meningkat.

Berdasarkan hasil pengamatan terjadi guguran dengan jumlah 15, aplitudo 4-7 mm dalam durasi 13-90 detik. Hembusan terjadi dengan jumlah 23, amplitudo 2-11 mm dalam durasi 10-19 detik.

Gempa vulkanis dangkal berjumlah 14 dengan amplitudo yang teramati 40-75 mm dalam durasi 14-42 detik. Kemudian BPPTKG juga melaporkan gemuruh guguran yang terdengar keras sebanyak satu kali dengan amplitudo 75 mm pada pukul 8.19 WIB dari Pos Pantau Babadan dan Kaliurang.

BPPTKG juga mengatakan bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dari aktivitas erupsi efusif dan lontaran material vulkanis bila terjadi letusan eksplosif serta awan panas sejauh maksimal lima kilometer dari puncak kawah.

Menurut perkembangan dari tim di lapangan, wilayah yang memiliki potensi risiko terdampak erupsi Gunung Merapi, meliputi Desa Glagaharjo, Desa Kepuharjo, dan Desa Umbulharjo di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta.

Selain itu, Desa Ngargomulyo, Desa Krinjing dan Desa Paten di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

Selanjutnya Desa Tlogolele, Desa Klakah dan Desa Jrakah di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Berikutnya Desa Tegal Mulyo, Desa Sidorejo dan Desa Balerante di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here