india
Longgartkan lockown, India catat 6.000 kasus baru Covid19

MATA INDONESIA, NEW DELHI – Usai menerapkan lockdown, India terus mencatat rekor baru penambahan kasus positif Covid19. Senin 22 Juni 2020 negeri itu mencatat 15.000 kasus baru hanya dalam satu hari. Perwakilan kedutaan asing mengingatkan rumah sakit tidak memiliki kapasitas yang memadai.

Kini India tercatat memiliki 425 ribu kasus positif yang berarti terbanyak keempat di dunia.

Di samping itu, dalam catatan waktu yang sama terdapat 400 lebih kasus kematian pasien positif Covid19, sehingga angka kematian akibat penyakit itu di India tercatat 14.000 kasus sejak muncul pertama Januari lalu.

Meski secara rasio angka kematian itu relatif kecil dibandingkan negara lain, namun pakar kesehatan masyarakat khawatir rumah sakit tidak akan mampu menghadapi lonjakan kasus yang besar terus menerus.

Sejumlah kedutaan besar asing juga memperingatkan warga negaranya yang berada di India bahwa rumah sakit mungkin tidak mempunyai kapasitas yang cukup untuk dapat menampung mereka.

Kedutaan Besar Jerman, misalnya, mengirimkan pesan kepada warga negaranya yang tinggal di New Delhi bahwa pasien Covid19 hanya memiliki sedikit atau tidak ada sama sekali kemungkinan dirawat di rumah sakit. Apalagi perawatan intensif.

Dalam imbauan resmi, Jerman mengikuti Irlandia dengan menyarankan warga negaranya meninggalkan India karena masalah ketersediaan ruang rawat di rumah sakit tersebut.

Pemerintah wilayah Ibu Kota Delhi seperti dilansir Reuters mengeluarkan data yang menyebut lebih dari 7.000 tempat tidur di rumah sakit masih tersedia bagi pasien Covid19 pada Senin 22 Juni 2020 ini, namun para pasien yang ingin dirawat mempertanyakan akurasi data itu.

Perdana Menteri Narendra Modi telah melonggarkan lockdown yang berlaku selama hampir tiga bulan sejak 8 Juni 2020 agar ekonomi negara dengan penduduk terbanyak kedua di dunia itu berjalan lagi. Dalam beberapa hari lalu angka pertambahan kasus baru di India tercatat di atas 10.000 dalam satu hari.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here