ledakan bahan kimia amonium nitrat di Beirut Lebanon
ledakan bahan kimia amonium nitrat di Beirut Lebanon

MATA INDONESIA, JAKARTA-Lebanon saat ini tengah berduka, tercatat ada 100 orang meninggal dunia dan ribuan orang mengalami luka-luka akibat meledaknya 2.700 ton amonium nitrat yakni bahan untuk pupuk dan peledak yang disimpan di dalam gudang di dekat pelabuhan di Beirut selama enam tahun.

Diperkirakan ledakan tersebut menimbulkan gelombang seismik yang setara dengan gempa berkekuatan magnitudo 3,3. Dalam video yang banyak beredar, menunjukkan sebuah bangunan bertingkat tinggi meledak, mengirimkan gelombang kejut yang luas di seluruh kota. Terdengar dan terasa sejauh Siprus – lebih dari 200 km (180 mil) jauhnya.

Pasca ledakan terjadi, kondisi di Beirut pun terlihat cukup kacau. Banyak bangunan dan gedung-gedung hancur, puing-puing berserakan di jalanan, dan banyak asap mengepung kota.

Berdasarkan informasi, ledakan yang terjadi di Beirut tersebut dikatakan memicu gas beracun. Untuk itu, kedutaan besar AS di Beirut pun kabarnya mendesak mereka yang berada di area ledakan untuk tinggal di dalam ruangan dan menggunakan masker jika ada.

Sungguh dahysat memang ledakan yang disebabkan oleh amonium nitrat. Lantas apakah amonium nitrat itu?

Dikutip dari laman Wikipedia, amonium nitrat adalah suatu senyawa kimia, yang merupakan garam nitrat dari kation amonium. Senyawa ini memiliki rumus kimia NH4NO3, disederhanakan menjadi N2H4O3. Senyawa ini berbentu padatan kristal putih dan sangat larut dalam air. Penggunaan amonium nitrat terbesar adalah pertanian sebagai pupuk kaya-nitrogen.

Kegunaan lain amonium nitrat adalah sebagai komponen campuran peledak yang digunakan dalam konstruksi pertambangan, penggalian, dan konstruksi sipil. Senyawa ini adalah penyusun utama ANFO, sebuah industri peledak populer yang menyumbang 80 persen bahan peledak yang digunakan di Amerika Utara. Banyak negara menghapusnya dari aplikasi penjualan online karena kekhawatiran akan potensi penyalahgunaannya.

Dari mana amonium nitrat berasal? Senyawa ini ditemukan sebagai mineral alami (amonia nitre—analog amonium garam dan mineral nitre lainnya seperti natrium nitrat) di daerah paling kering di Gurun Atacama di Chile.

Ditemukan sering Sebagai kerak di tanah dan/atau bersamaan dengan nitrat lainnya, klorat, iodat, dan mineral halida. Amonium nitrat ditambang di sana di masa lalu, namun hampir 100 persen bahan kimia yang saat ini digunakan adalah sintetik.

Amonium nitrat terurai menjadi gas dinitrogen oksida dan uap air bila dipanaskan (bukan reaksi eksplosif); namun, dapat diinduksi untuk meluruh secara eksplosif oleh ledakan.

Stok bahan yang besar bisa menjadi risiko kebakaran utama karena oksidasi pendukungnya, dan mungkin juga meledak, seperti yang terjadi pada bencana di Texas City pada tahun 1947, yang menyebabkan perubahan besar dalam peraturan untuk penyimpanan dan penanganannya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here