Mengenang mbah surip
Mengenang mbah surip

MATA INDONESIA, JAKARTA-Hari tepat 11 tahun yang lalu atau tepatnya pada 4 Agustus 2009, pelantun lagu ” Tak Gendong” Mbah Surip meninggal dunia. Pria bernama asli Urip Achmad Rijanto itu dikenal orang sebagai “pengembara” yang memanggul gitar, berambut gimbal mirip Bob Marley dan selalu menebar tawa.

Dirinya lahir di Mojokerto pada 6 Mei 1957 dari pasangan Sukotjo dan Rasminah dan merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara. Banyak kenangan dan kisah dari seorang Mbah Surip seniman nyentrik, salah satunya perjalanan karir bermusiknya.

Pada tahun 1997 dirinya pertama kali merilis albumnya berjudul Ijo Royo-Royo. Walaupun tidak sukses-sukses amat di pasaran, album debut tersebut membuka pintu ke album berikutnya: Indonesia I (1998) serta Reformasi (1998).

Butuh lebih dari sepuluh tahun bagi Mbah Surip untuk benar-benar bersinar sebagai seniman. Pada 2009, ia melepas Tak Gendong. Tak dinyana, album ini meledak di pasaran.

Salah satu lagu di dalamnya yang berjudul sama dengan tajuk album, sukses meraih popularitas yang begitu masif di kalangan masyarakat Indonesia.

Balada “Tak Gendong” begitu sederhana, baik secara lirikal maupun instrumentasi. Cukup dengan lima kunci nada, “Tak Gendong” dengan mudah dapat dimainkan.

Yang bikin “Tak Gendong” jadi istimewa ialah ia cepat meresap ke pikiran orang-orang karena liriknya yang terdengar jenaka, menggelitik, namun punya filosofi yang dalamberpesan agar manusia jangan takut salah. Ditambah, gaya Mbah Surip yang selengean dan tak acuh membuat masyarakat kian jatuh hati pada lagu ini.

Lagunya boleh sederhana, tapi tidak dengan dampak yang ditimbulkannya. Pasar menyambut positif “Tak Gendong.” Nilai jualnya bisa dikata sangat tinggi. Sejak pertama kali rilis, sampai tiga bulan setelahnya, “Tak Gendong” selalu masuk 10 besar teratas ring back tone (RBT) atau nada sambung pribadi (NSP) yang banyak diunduh.

Di salah satu penyedia jasa layanan operator, XL, misalnya, angka unduh “Tak Gendong” dalam dua bulan pertama naik sampai 600 persen, dari mulanya 10 ribu jadi 70 ribu.

Hebatnya, “Tak Gendong” mengalahkan lagu “Jangan Menyerah” dari d’Masiv (berada di posisi kedua) dan “Your Are Not Alone” dari Michael Jackson yang berada di posisi ketiga.

Jika dihitung-hitung, “Tak Gendong” menyumbang penghasilan total sebesar Rp 9 miliar. Dari jumlah tersebut, Mbah Surip mengantungi setidaknya Rp4,5 miliar yang diambil dari hak royalti. Sebagai catatan, angka yang fantastis di eranya itu didapatkan hanya dari penjualan RBT semata.

Namun, ketika ditanya asal mula terciptanya lirik-lirik yang cukup menggelitik itu Mbah Surip saat masih hidup mengatakan lagu tersebut di ciptakan di Amerika.

“Waktu itu saya di Kanada Amerika, tepatnya di pengeboran minyak. Melihat keadaan disana, ya.. terciptalah lagu tak gendong,” ujar pecinta Rawon dan kopi ini usai uji coba dalam rangkaian show di Surabaya.

Ia mengatakan bahwa hidup itu perlu belajar salah, contohnya seperti sebuah bis, yang mengangkut semua penumpang tak peduli apakah mereka jahat atau pun baik.begitu juga dengan Tak Gendong, kita bisa menggendong siapa saja dan kemana saja.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here