Nabi Muhammad SAW
Muhammad

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mahluk yang paling mulia sepanjang zaman adalah Nabi Muhammad SAW.

Nabi SAW dikenal sebagai seorang ayah dan suami yang baik. Nabi SAW punya pribadi yang pengayom. Kepada istri-istrinya, Nabi SAW adalah suami yang adil. Nabi SAW seringkali dituding mempunyai istri yang banyak. Padahal Nabi SAW memiliki istri dengan jumlah banyak karena beberapa alasan, adakalanya karena sebagai jalan dakwah atau karena merasa iba dengan perempuan yang dinikahinya. Rasulullah menikahi banyak perempuan bukan karena urusan nafsu.

Nabi Muhammad SAW memiliki 13 Istri. Hal yang harus kamu ketahui bahwa seluruh istri Nabi Muhammad SAW adalah janda dan hanya satu wanita yang dinikahinya dalam keadaan perawan, yaitu Aisyah binti Abi Bakar.

Allah SWT berfirman:

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS. An-Nisa:3).

Berikut ini istri Nabi Muhammad SAW

1. Khadijah binti Khuwailid al-Asadiyah

Khadijah merupakan istri pertama Nabi Muhammad SAW. Saat itu Khadijah berumur 40 tahun dan Nabi Muhammad berusia 25 tahun ketika mereka menikah. Khadijah melahirkan enam anak, termasuk dua putranya yang meninggal saat masih bayi.
Khadijah adalah istri yang memberi dukungan dan dorongan kepada Nabi SAW sejak awal menerima wahyu dan tetap setia kepadanya meski para kaum Quraisy di Makkah banyak yang menentangnya saat itu. Nabi Muhammad mencintai, merindukan, dan mengingat Khadijah selama sisa hidupnya.

2. Saudah binti Zam’ah al-Amiriyah al Quraisiyah

Setelah menikah selama 25 tahun dengan Khadijah yang kemudian meninggal dunia, Nabi Muhammad SAW memutuskan untuk menikah lagi untuk memudahkan dakwah. Nabi SAW ingin mengajak orang-orang ke Islam. Nabi SAW memilih seorang janda bernawa Sawdah binti Zam’a. Sawdah dikenal sebagai istri yang periang, baik dan murah hati untuk Nabi Muhammad SAW. Sebelum menikah dengan Nabi SAW, Saudah adalah seorang janda dari Sakran bin Amr Al-Amiry.

3. Aisyah bt Abi Bakr r.a (anak Abu Bakar)

Aisyah adalah salah satu dari tiga istri Nabi Muhammad yang menghafal Alquran dan satu-satunya perawan yang dinikahi Rasulullah. Abu Bakar mengizinkan putri kesayangannya dinikahi Nabi SAW agar beliau memiliki ikatan kekeluargaan dengan Rasulullah. Nabi SAW wafat di pangkuan Aisyah. Makam Nabi SAW yang kini ramai dikunjungi muslim seluruh dunia tiap tahun merupakan rumah Nabi SAW bersama Aisyah yang kini jadi bagian dari Masjid Nabawi di Madinnah.

4. Hafsah bt. Umar bin al-Khattab r.a (anak Umar bin Al-Khattab)

Hafsah adalah puteri dari Umar bin Khattab. Hafsah dikenal sebagai wanita yang pandai membaca dan menulis, ahli ibadah sehingga dia disebut dengan shawwamah yang artinya wanita rajin puasa dan qawwamah yang artinya wanita rajin sholat malam.

5. Zainab binti Khuzaimah

Zainab seorang janda dari seorang pahlawan pada perang uhud bernama Abdullah bin Jahsy. Zainab dikenal sebagai wanita yang dikenal dermawan sehingga ia mendapatkan gelar sebagai Ummul Masakin yang artinya ibunya orang-orang miskin.

6. Ummu Salamah Hindun bt. Abi Umaiyah

Ummu Salamah berasal dari keluaga bangsawan Quraisy yang dikenal dermawan. Sebelum dinikahi Nabi Muhammad SAW, Ummu Salamah merupakan seorang istri dari seorang Muhajirin yang pertama kali memeluk Islam, yakni Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad al-Makhzumi al-Quraisy. Saat sudah menjadi istri Nabi Muhammad SAW, Ummu Salamah meriwayatkan lebih dari 300 hadist. Ia menemani Nabi SAW dalam ekspedisinya dan menikah dengannya selama tujuh tahun hingga kemudian meninggal dunia.

7. Ummu Habibah Ramlah bt. Abi Sufian

Nabi Muhammad SAW menikahi Ummu Habibah yang merupakan saudara sepupu dari Utsman bin Affan. Sebelum bersama Nabi Muhammad SAW, Ummu Habibah dikarunia seorang anak bernama Habibah dari suami pertamanya Ubaidillah bin Jahsy yang murtad dan meninggalkannya.

8. Juwairiyah binti Harith

Juwairiyah seorang wanita yang berasal dari Yahudi Bani Musthaliq. Sebelum memeluk Islam, nama Juwairiyah adalah Barrah. Sebelum dinikahi, ia adalah masuk tawanan perang. Sebelum dengan Nabi SAW, suaminya bernama Abdullah.

Juwairiyah dianggap oleh Nabi Muhammad SAW sebagai wanita pembawa berkah. Sebab, usai pernikahannya dengan Nabi Muhammad SAW, banyak sahabat yang membebaskan budak mereka yang berasal dari Bani Musthaliq.

9. Safiyah binti Huyay

Nabi Muhammad SAW menganggap Shafiyah sebagai wanita sahdiqah yang artinya wanita yang jujur imannya. Shafiyah berasal dari bangsa Yahudi Bani Nadzir dan seorang putri dari pemimpin Bani Nadzir, Huyai bin Akhtab.

10. Zainab binti Jansyin

Zainab dinikahi Nabi Muhammad SAW atas perintah Allah SWT. Zainab adalah mantan istri Zaid bin Haritsah. Waktu itu mahar yang diberikan Rasulullah adalah 400 dirham.

Dari istri-istrinya ini, Nabi Muhammad hanya punya keturunan dari istrinya Khadijah. Rasulullah Saw. memiliki tujuh anak yang terdiri atas 3 putera dan 4 puteri, yaitu:

a. Qasim
b. Abdullah
c. Ibrahim
d. Zainab
e. Ruqaiyah
f.  Ummi Kalthum
g. Fatimah Al-Zahra’

Nabi mempunyai anak tiri bernama Halah bin Hind bin Habbasy bin Zurarah al-Tamimi (anak Khadijah bersama Hind bin Habbasy).

Nabi Muhammad SAW juga dikenal sebagai kakek yang sayang pada cucu-cucunya.

Berikut adalah cucu-cucu yang dimiliki Rasulullah :
1. Ali bin Abi Al Ash
2. Abdullah bin Ustman bin Affan
3. Usamah bin Zaid bin Haritsah
4. Umamah binti Abi Al Ash
5. Hasan bin Ali
6  Husain bin Ali ,
7. Zaynab binti Ali
8. Ummu Kultsum binti Ali .

Untuk anak anak Fatimah, yakni Hasan, Husain, Ummu Kultsum dan Zaynab, dari sisi ayah mereka Ali bin Abu Thalib, mereka adalah keponakan Nabi Muhammad. Karena Ali adalah sepupu Rasulullah.

Tahun 610 M, Rasulullah diangkat menjadi Nabi Allah dan tahun 613 M lahirlah cucu pertama Rasulullah dari Zaynab – Al Ash, yakni : Ali bin Abi Al Ash. Rasulullah amat mencintai cucunya ini.

Dan seperti kebiasaan saat itu, Ali juga disusui oleh perempuan Badui. Ketika selesai disusui, sang ayah Abi Al As masih belum mau memeluk Islam. Kemudian Rasulullah yang khawatir akan pendidikan akidah dan akhlak cucunya, mengambil sang cucu untuk dipelihara dibawah asuhan kakek neneknya sendiri.

Saat kepergian ke Makkah pada tahun 630 M atau 8 H, Rasulullah memasuki kota Makkah dengan membonceng Ali bin Abi Al Ash dibelakangnya. Saat itu Ali sudah berusia 17 tahun. Saat itu Ali sudah menjadi pemuda yang gagah berani. Namun Ali bin Abi Al Ash tidak memiliki keturunan. Tidak ada lagi catatan sejarah tentang itu. Sejarah hanya mencatat ia wafat pada tahun 636 M pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

Tahun 614 M, lahirlah cucu kedua, yakni Abdullah bin Ustman. Abdullah anak pertama dan satu satunya yang lahir dari rahim Ruqayyah dan Ustman bin Affan. Abdullah lahir di Habasyah, karena kedua orang tuanya Ruqayyah dan Ustman bin Affan tengah hijrah bersama para sahabat lainnya seperti Ja’far bin Abu Thalib. Ruqayyah dan Ustman bin Affan menikah pada tahun itu [614 M] dan beberapa bulan kemudian hijrah ke Habasyah. Ini adalah hijrah pertama yang dilakukan kaum Muslim.

Cucu kedua ini tidak sempat bertemu dengan kakek neneknya di Makkah. Abdullah wafat di Habasyah pada usia balita.

Tahun 616 M atau tahun 6 B, lahirlah Usamah bin Zaid bin Haritsah. Usamah adalah cucu angkat Rasulullah dari anak angkatnya Zaid bin Haritsah.

Tahun 620 M atau tahun 10 B, lahir cucu ke 3 atau cucu pertama perempuan, yakni Umamah binti Abi Al Ash Umamah adalah anak kedua Zaynab dan Abi Al Ash. Kelahiran Umamah bagaikan pelipur lara bagi Nabi SAW yang masih bersedih karena wafatnya Khadijah dan sang paman, Abu Thalib. Tak heran bila Rasulullah amat sangat menyayangi Umamah. Nabi SAW tidak pernah berpisah darinya meski sedang shalat. Bila shalat dan Umamah ada dalam gendongan, Nabi SAW akan shalat sambil menggendong Umamah.

Dan seperti sang kakak, Ali, Umamah juga diasuh oleh sang kakek, Rasulullah, karena ayah mereka masih belum mau masuk Islam. Dan seperti kakaknya pula, Umamah tidak memiliki keturunan hingga akhir hayatnya.

Tahun 625 M atau Tahun ke 3 Hijriyah, lahir cucu ke empat yakni Hasan bin Ali. Hasan adalah anak pertama dari Fatimah dan Ali bin Abu Thalib. Rasulullah menyambut cucu keempatnya dengan penuh syukur. Nabi SAW bersyahadat di telinga Hasan dan memberinya nama Al Hasan, mencukur rambutnya dan bersedekah perak kepada orang-orang fakir seberat timbangan rambutnya. Hasan memiliki beberapa istri dan anak anak. Dan keturunan Hasan hingga kini masih ada.

Tahun 626 M atau Tahun ke 4 H, lahir cucu kelima yakni Husain bin Ali. Husain adalah anak kedua dari Fatimah dan Ali. Dan seperti kakaknya Hasan, nama Husain juga diberikan langsung oleh Rasulullah. Seperti kakaknya Hasan, Husain juga memiliki beberapa istri adan anak anak. Keturunan Husain masih banyak dijumpai hingga saat ini.

Tahun 630 M atau Tahun 8 H, lahirlah cucu keenam dan cucu perempuan kedua, yakni Zaynab binti Ali. Zaynab adalah anak ke 3 dan anak perempuan pertama Fatimah dan Ali. Nama Zaynab diberikan oleh Rasulullah untuk mengenang wafatnya anak perempuan Nabi, Zaynab binti Muhammad yang wafat beberapa bulan sebelum lahirnya Zaynab binti Ali.

Kematian Zaynab merupakan kematian ke-3 dari keluarga inti Rasulullah. Setelah Khadijah dan Ruqayyah wafat. Sedangkan Zaynab, cucunya Nabi SAW, hingga wafatnya, diketahui tidak memiliki keturunan.

Tahun 631 M atau Tahun 9 H, lahirlah cucu ketujuh atau cucu perempuan ketiga, yakni Ummu Kultsum binti Ali. Ummu Kultsum adalah anak ke 4 dan merupakan anak bungsu dari Fatimah dan Ali. Nama Ummu Kultsum juga diberikan oleh Rasulullah untuk mengenang wafatnya anak Nabi SAW, Ummu Kultsum binti Muhammad yang meninggal pada tahun itu.  Wafatnya Ummu Kultsum, mengakibatkan keluarga inti Rasulullah tinggal Fatimah.

Seperti kakaknya Zaynab, Ummu Kultsum juga diketahui tidak memiliki keturunan.

Sedangkan menantu-menantu yang dimiliki Rasulullah adalah Abi Al Ash bin Rubai Laqit, Utbah bin Abu Lahab, Utaibah bin Abu Lahab, Ustman bin Affan, dan Ali bin Abu Thalib.

Reporter: Dedi Setiadi

4 KOMENTAR

  1. Cicit mungkin,sebab kalo bener cucu nabi pasti berprilaku seperti nabi disetiap bersikap. ( kalo brutal dan sombong, cicitnya aja masih perlu diragukan. Dan yg saya tau dr semua riwayat, nabi ga punya cucu yg namanya rijk dr semua keluarganya)
    Kalo cucu kan keturunan ke 3 .rijik keturunan lainnya Kali?

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here