perjanjian helsinki sofyan djalil kedua dari kanan liputan6
Sofyan Djalil (kedua dari kanan) pada Perjanjian Helsinki. (Liputan6)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Salah satu hasil karya Sofyan Djalil yang sangat berarti bagi Indonesia adalah perdamaian Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Republik Indonesia (RI). Sofyan yang menjadi anggota tim perundingan menegaskan keberhasilannya saat itu karena ada keikhlasan dan komunikasi.

Sofyan saat itu ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Hamid Awaluddin dan Menko Polhukam Widodo AS untuk berunding dengan GAM di Finlandia.

Namun, untuk bisa melakukan perundingan dan berkomunikasi dengan GAM, ditegaskan Sofyan Djalil tidak mudah.

“Karena dengan berbicara tidak ada yang tidak bisa diselesaikan,” ujar Sofyan saat menceritakan proses perdamaian dengan GAM dalam sebuah webinar belum lama ini.

Buktinya, konflik Aceh yang sudah berlangsung lebih dari 30 tahun tersebut berhasil dihentikan GAM dan Pemerintah RI dalam sebuah kesepakatan pada 2005.

Kesepakatan itu merupakan pernyataan komitmen GAM dan Pemerintah RI untuk menyelesaikan Konflik Aceh dengan damai, menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi semua.

Maka dia minta kepada semua pihak terutama generasi agar selalu menyalurkan energi positif untuk Aceh agar perdamaian terus tercipta di Tanah Rencong itu.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here