(Foto: Thought Co)

MATAINDONESIA, JAKARTA – Kamus biasa digunakan untuk mencari arti dari kata-kata yang tidak diketahui. Mencarinya pun mudah karena setiap kata disusun rapi berdasarkan urutan huruf. Kamus sendiri pertama kali dibuat di dunia tahun 1755.

Dua nama besar yang menjadi penyusun pertama kamus di dunia adalah Samuel Johnson dan Noah Webster. Johnson yang merupakan seorang ahli bahasa dari Inggris membuat Dictionary of the English Language, terdiri dari dua volume.

Kemudian, tahun 1828 Webster menyusul membuat kamus pertama kali di Amerika Serikat, yaitu, An America Dictionary of English Language yang terdiri dari dua volume juga. Selanjutnya, terbit Oxford English Dictionary tahun 1884, berbeda dari dua kamus sebelumnya. Kamus ini terdiri dari 12 volume.

Di Indonesia sendiri, karya leksikografi tertua dalam sejarah studi bahasa Indonesia atau bisa dikatakan karya tersebut adalah daftar kata Tionghoa-Melayu. Daftar kata tersebut muncul di awal abad ke-15 dan berisi 500 lema.

Lalu, kamus ekabahasa pertama di Indonesia yang merupakan kamus bahasa melayu di tulis oleh Raja Ali Haji, berjudul Kitab Pengetahuan Bahasa, yaitu Kamus Loghat Melayu-Johor-Pahang-Riau-Lingga Penggal yang pertama. Kamus yang terbit abad ke-19 itu sebenarnya tidak bisa dikatakan sebagai kamus yang murni karena Kitab Pengetahuan Bahasa awalnya digunakan sebagai ensiklopedia untuk keperluan pelajar.

Setelah kemerdekaan, penerbitan kamus di Indonesia semakin gencar. Pusat bahasa menjadi Penerbit utama kamus kala itu. Kamus Besar terbitan Pusat Bahasa Pertama adalah Kamus Umum Bahasa Indonesia (1952) yang memiliki lima edisi yang di terbitkan secara berkala hingga tahun 1976.

Tahun 1988 barulah terbit Kamus Besar Bahasa Indonesia yang sampai saat ini namanya masih dipertahankan dengan terus di perbarui dengan menambahkan kosakata baru di setiap edisinya.

Berbeda lagi dengan Thesaurus, yaitu daftar kosakata yang dikelompokkan berdasarkan kesamaan makna (Sinonim dan Anonim). Tidak seperti kamus yang diurutkan berdasarkan hurufnya, Thesaurus tidak selalu disusun sesuai dengan urutan hurufnya tetapi disusun secara sistematis. Kata-kata yang memiliki makna yang sama dikelompokkan secara bersamaan.

Di Zaman kuno abad ke-4, Philo dari Byblos menulis teks pertama Thesaurus dalam bahasa Sansekerta. Dahulu namanya adalah Amarakosha, tesaurus berbentuk sajak. Lalu, tahun 1805, Thesaurus modern pertama dibuat oleh Peter Mark Roget, seorang dokter Inggris dan diberi judul Roget’s Thesaurus dan diterbitkan tahun 1852.

Ia memulai pembuatan thesaurus itu dengan menyusun daftar kata-kata yang kemudian disusun berdasarkan makna, lalu disusun sesuai dengan temanya.

Di Indonesia sendiri, Thesaurus yang komprehensif dan lengkap diterbitkan pada tahun 2009 oleh Pusat Bahasa dengan judul TABI (Thesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia).

Reporter : Anggita Ayu Pratiwi

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here