5 Film yang Pernah Diperankan WS Rendra
WS Rendra (istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – 6 Agustus 2009, Willibrordus Surendra Broto Rendra wafat. Sosok yang lebih akrab dikenal dengan WS Rendra ini wafat di Depok pada usia 73 tahun.

Rendra tak cuma mahir dalam berpuisi atau mementaskan naskah drama, ia juga ternyata beberapa kali ikut bermain film. Berikut beberapa judul film yang diperankan oleh WS Rendra:

1. Al Kautsar (1977)

Film bergendre drama dan berdurasi 106 menit ini, disutradarai oleh Chaerul Umam. Dalam film ini Rendra beradu peran dengan Sunarti Rendra, Yulinar Firdaus, Soultan Saladin, dan Bagong Kuusdiardjo. Bahkan film ini meraih penghargaan dari sisi Tata Suara Terbaik dalam festival FFA XXIII Bangkok 1977.

Film berjudul Al Kautsar ini mengisahkan tentang Syaiful Bachri, seorang guru mengaji dari pesantren Pabelan dikirim ke Sekarlangit. Syaiful Bachri terpilih karena kepandaiannya dan juga keahliannya dalam pertanian. Suatu hal yang dibutuhkan desa tersebut. Saiful menimbulkan banyak reaksi dari penduduk dan juga Haji Musa yang menjadi panutan desa tersebut.

2. Yang Muda Yang Bercinta (1977)

Film yang juga bergenre drama dan berdurasi 143 menit ini, disutradarai oleh Sjuman Djaya. Dalam film ini, Rendra beradu akting dengan Yatie Octavia, Nani Widjaja, Ade Irawan, dan Poppy Darsono.

Film ini ditampilkan sebagai cara memahami anak muda atau mahasiswa yang suka protes dan yang mencari jati diri. Sony, mahasiswa yang suka protes dan penyair yang belum berpenghasilan dan bergantung terhadap ayah dan pamannya. Dalam keseluruhan film protes Sony digambarkan dalam bentuk puisi.

3. Terminal Cinta (1977)

Dalam film bergenre drama ini, Rendra bermain bersama Charlie Sahetapy, Chitra Dewi, dan Jajang C Noer. Film yang berdurasi 101 menit ini disutradarai oleh Abrar Siregar.

Film ini mengisahkan tentang seorang anak muda bernama Joki Tobing. Ia digambarkan sebagai pemuda pembangkang yang baru saja datang ke Medan. Joy tinggal bersama pamannya dan bekerja sebagai wartawan. Artikel-artikelnya membuat pimpinan redaksi memecatnya, dan pamannya mengusir dari rumah. Joy menyatakan pendapatnya tentang kebobrokan kaum tua.

4. Kantata Takwa (2008)

Film ini lebih menonjolkan sisi dokumenter eksperimental maupun musikal. Film berdurasi 95 menit ini disutradarai oleh Eros Djarot dan Gotot Prakosa.

Film dokumenter isi mengungkapkan soal puisi kesaksian dari para seniman Indonesia tentang masa represif rezim Orde Baru yang diwarnai KKN, penculikan dan pembunuhan para aktivis yang berbeda pendapat dengan penguasa saat itu.

Syair-syair W.S Rendra dan lagu-lagu dari “Kantata Takwa” dan “Swami” menyertai adegan demi adegan dalam film ini.

5. Lari dari Blora (2007)

Film bergenre drama ini berdurasi 96 menit. Dalam film yang disutradarai oleh Akhlis Suryapati, Rendra beradu peran bersama Annika Kuyper.

Film ini mengisahkan tentang Cintya, aktivis LSM Amerika melakukan penelitian tentang masyarakat Samin di wilayah antara Pati-Blora . Pada saat yang bersamaan dua penjahat kabur dari penjara Blora dan memilih desa masyarakat samin untuk tempat persembunyian.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here