Ilustrasi Rupiah.

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar AS ditutup melemah di akhir perdagangan Selasa 14 Juli 2020. Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup pada posisi Rp 14.450 per dolar AS atau melemah 0,17 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, pelemahan mata uang garuda dibayangi oleh memburuknya perekonomian Singapura. Dengan begitu, kondisi ekonomi Indonesia pun akan mengalami imbasnya karena Singapura selama ini merupakan mitra bisnis strategis serta penyumbang investasi terbesar di Indonesia

“Ini akan berdampak terhadap perekonomian dalam negeri, bahkan ada kemungkinan Pertumbuhan ekonomi diramal akan mengalami kontraksi di kuartal II-2020,” ujarnya di Jakarta pada Selasa sore.

Pemerintah Singapura telah melaporkan kondisi perekonomian yang mengalami kontraksi di kuartal II-2020. Tidak tanggung-tanggung produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II-2020 minus 41,2 persen, usai minus 3,3 persen di kuartal I-2020. Kontraksi pada periode April-Juni tersebut lebih buruk dari konsensus di Trading Economic sebesar minus 37,4 persen.

Sementara secara tahunan PDB Singapura juga minus 12,6 persen, juga lebih buruk dari konsensus minus 10,5 persen. Tidak hanya lebih buruk dari konsensus, PDB tersebut juga terburuk sepanjang sejarah. Di kuartal I-2020, PDB mengalami kontraksi tipis minus 0,3 persen secara tahunan.

Di sisi lain, sesuai prediksi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, ekonomi tanah air pada April-Juni akan terkontraksi dalam kisaran minus 3,5 persen hingga minus 5,1 persen.

“Mungkinkan PDB Indonesia di Kuartal II akan lebih baik dari Singapora ? Pertanyaan ini susah kita jawab dalam kondisi tak menentu akibat pandemi virus corona. Namun kita tetap optimis bahwa apa yang ditakutkan oleh MenKeu, berbanding terbalik karena fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat dan cadangan devisa kita terus mengalami peningkatan,” katanya.

Sementara dari luar negeri, laju rupiah turut dibayangi oleh memanasnya hubungan diplomatik antara Washington dan Beijing atas akses ke pasar keuangan AS dan klaim teritorial di Laut Cina Selatan.

“Selain itu, AS telah memperkuat sikapnya terhadap klaim China di Laut Cina Selatan dan sedang mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri status hukum khusus Hong Kong sebagai protes terhadap hukum keamanan Beijing untuk bekas jajahan Inggris itu,” ujarnya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here