mantan bupati bogor Rachmat Yasin dipanggil KPK
mantan bupati bogor Rachmat Yasin dipanggil KPK

MATA INDONESIA, JAKARTA-Nama mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) kembali ramai diperbincangkan. Dirinya kembali disorot oleh banyak media karena kembali ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Kamis 13 Agustus 2020.

Padahal belum setahun dirinya menghirup udara bebas dari Lapas Sukamiskin, Bandung. Dirinya kembali tersandung kasus korupsi, RY diduga telah meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebesar sekitar Rp8,93 miliar.

Uang itu diduga dipakai untuk biaya operasional Rachmat Yasin selaku Bupati Bogor saat itu. Selain itu, uang tersebut dipergunakan untuk kebutuhan kampanye Pilkada dan Pemilihan Legislatif yang diselenggarakan pada 2013 serta 2014.

Sementara, untuk kasus kedua, Rachmat Yasin diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektar di Jonggol, Kabupaten Bogor dari seseorang untuk memuluskan perizinan pendirian Pondok Pesantren dan Kota Santri. Tak hanya itu, KPK juga menduga Rachmat Yasin menerima gratifikasi berupa mobil Toyota Vellfire.

Namun, dibalik itu kasus yang menjeratnya saat ini, sosok Rahmat Yasin merupakan Bupati Bogor yang paling terkenal di masyarakat Kabupaten Bogor. Dirinya menjadi pelopor dimana pada saat menjabat ia berhasil memberantas keberadaan lokalisasi yang ada di Kabupaten Bogor melalui program Nongol Babat (Nobat).

Tak hanya itu, dirinya juga selalu dekat dan merangkul para ulama dan pendiri pondok pesantren di Kabupaten Bogor serta merenovasi masjid yang ada di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor melalui program Jumat Keliling (Jumling).

Selama menjabat sebagai Bupati Bogor, RY dijuluki sebagai Bapak Pembangunan Kabupaten Bogor. Pasalnya, selama Ia menjabat sebagai Bupati Bogor sudah sebelas kali mendapat penghargaan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Diantaranya, mendapat Satyalencana Pembangunan bidang perkoperasian dan bidang pertanian. penghargaan itu diberikan kepada Bupati Bogor karena telah berhasil dalam program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Pada tahun 2007 yakni penghargaan pengembangan pertanian organik,

Selain itu di dunia Pendidikan Rachmat Yasin menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha atas komitmen politiknya yang memperhatikan nasib guru di daerah Kabupaten Bogor. Itu beberapa penghargaan yang berhasil diraihnya.

Sebelum dikenal sebagai bupati, pria kelahiran Bogor, 4 November 1963 ini merupakan seorang politikus handal. Dirinya pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor pada tahun 1997.

Kemudian menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor periode 1999-2004, kala itu Rahmat dipercaya sebagai ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bogor yang membidangi keuangan daerah dan sebagai Ketua Panitia Anggaran.

Selanjutnya Rahmat Yasin terpilih kembali menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor pada periode 2004-2009 dan dipercaya duduk sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor yang dipilih secara langsung oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor.

Bakat politik Rahmat menurun dari ayahandanya (alm), HM Yasin seorang perintis. Pendiri dan tokoh Kharismatis PPP di Bogor dan pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor dan anggota DPRD Kota Bogor. Rahmat tumbuh dan hidup dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU). Tak heran jika Ia banyak berkecimpung di organisasi di bawah naungan NU.

Kiprahnya di Kabupaten Bogor dimulai ketika ia diberi amanat sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bogor tahun 1984-1991.

Selain menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor, ia adalah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor periode 2006-2011 untuk masa bakti yang kedua.

Di luar aktivitas politiknya, ia dipercaya masyarakat sepak bola Kabupaten Bogor sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak bola Indonesia Kabupaten Bogor (Persikabo) tak sampai disitu, dirinya juga pernah menjabat sebagai Ketua Pengda PSSI Jawa Barat Periode 2013-2017.

Dirinya merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Adiknya yang pertama bernama Zaenul Mutaqin yang saat menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bogor, dan adiknya yang terakhir bernama Ade Yasin yang saat ini menjabat sebagai Bupati Bogor.  Sedangkan saat ini sang istri yang bernama Elly Rachmat Yasin kini menjabat sebagai anggota DPR RI di Komisi VI dari partai Persatuan Pembangunan (PPP).

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here