Ceramah Rizieq Sarat Kebencian, Pakar Hukum Minta Masyarakat Tanggapi dengan Bijak
Pakar Hukum Universitas Al Azhar, Suparji Ahmad (Foto: Minews.id/Fatimah)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Imam Besar FPI Rizieq Shihab baru seminggu lebih tiba di Indonesia. Namun sudah ada beberapa masalah yang dilakukan olehnya.

Mulai dari perusakan fasilitas bandara Soetta oleh PA 212 saat menjemputnya 10 November lalu, kemudian melakukan aksi road show ke Bogor hingga menggelar resepsi pernikahan anaknya yang dihadiri banyak tamu pada 14 November 2020. Padahal saat ini, Indonesia dan DKI Jakarta masih dihadapkan dengan masalah pandemi corona (covid-19).

Tak hanya itu, Rizieq juga sempat membuat ceramah yang sarat dengan provokasi dan kebencian, saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang disiarkan oleh Front TV beberapa waktu lalu. Dalam ceramahnya, Rizieq mengucapkan “Jangan salahkan umat Islam kalau besok ada penggal kepala”.

Hal tersebut pun mendapat tanggapan dari Pakar Hukum Universitas Al Azhar Suparji Ahmad. Ia mengatakan, masyarakat perlu menghadapi kondisi saat ini dengan tenang. Ia juga menyarankan agar ke depannya semua pihak tanpa terkecuali harus mengembangkan narasi-narasi yang bijaksana (wise) dan menyejukkan sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

“Jadi ungkapan-ungkapan sarkastis itu saya kira harus dibuang. Diminimalisasi retorika-retorika yang agak provokatif karena menurut saya kurang proporsional,” ujarnya kepada Mata Indonesia News, Kamis 19 November 2020.

Untuk seluruh umat Islam di tanah air, ia juga berharap agar lebih bersikap dewasa dalam menanggapi sikap dan isi ceramah Rizieq.

“Semua tergantung kita masing-masing memaknai hal ini. Kita harus dewasa menghadapi kondisi ini dalam bingkai demokrasi,” katanya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here