(Foto: Very Well Mind)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Biasanya sebelum memutuskan untuk berumah tangga, Anda dan pasangan memiliki sederet target dan rencana. Kemudian ketika Anda menikah, Anda berdua mulai merumuskan target dan rencana baru untuk masa depan.

Sebagian pasangan memimpikan hadirnya momongan. Dorongan untuk memiliki anak datang dengan banyak perencanaan emosional dan keuangan, serta komitmen. Namun, beberapa pasangan tak yakin akan momongan.

Mereka yang tak yakin akan momongan itu berpikir ‘apakah mereka mampu untuk menjadi orang tua yang baik?’ ‘apakah mereka mampu secara ekonomi?’. Melansir Times of India berikut beberapa cara untuk berdiskusi dan menangani pasangan yang sama sekali tidak siap untuk memiliki anak.

Komunikasi transparan

Sebelum salah satu dari Anda memaksakan keinginan Anda, dengarkan apa yang dikatakan orang lain. Meskipun Anda berdua belum menikah, membicarakan masalah ini sangat penting, saat itu juga.

Bicaralah dengan jujur ​​tentang mengapa Anda menginginkan momongan dan minta pasangan Anda untuk terbuka tentang tidak ingin memiliki momongan. Analisis ekspektasi satu sama lain sebelum melompat ke kesimpulan apa pun.

Abaikan tekanan dari orang lain

Setelah Anda berdua menikah, masyarakat akan mulai menekan Anda untuk memiliki momongan sesegera mungkin. Namun, Anda berdua tidak boleh menyerah pada tekanan eksternal karena hanya Anda berdua yang tahu apa yang baik untuk pernikahan dan masa depan Anda. Jadi, Anda tidak harus mendasarkan keputusan Anda sesuai dengan apa yang dikatakan orang lain kepada Anda.

Cari nasihat profesional

Jika pasangan Anda pernah menghadapi trauma apa pun dalam hidupnya sebelumnya, itu juga bisa menjadi alasan untuk tidak ingin melahirkan momongan. Bantuan profesional dari seorang konselor akan membantu pasangan Anda untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah, dengan cara terbaik.

Bangun fondasi yang kuat

Stres keuangan dan pekerjaan juga kemungkinan alasan mengapa pasangan Anda menghadapi beban terberat. Jadi, akan praktis dan masuk akal untuk terlebih dahulu membangun fondasi keuangan yang baik untuk momongan.

Strategi keluarga berencana sangat membantu dalam menentukan keadaan memiliki anak di masa depan. Pasangan Anda pasti akan menyetujui rencana Anda, jika itu kredibel.

Jangan pernah mengambil keputusan sendiri

Ingat, keputusan untuk memiliki anak harus disetujui pasangan. Jangan beralih ke keputusan sepihak seperti menggunakan kontrasepsi atau mengunjungi klinik ginekolog tanpa sepengetahuan pasangan Anda. Itu akan melanggar kepercayaan di antara pasangan. Jadi, lebih baik mengambil satu keputusan daripada menggunakan metode yang tidak etis.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here