Breaking Intermittent Fasting with Grilled Asparagus

MATA INDONESIA, JAKARTABelakangan ini sejumlah selebritis hingga selebgram kerap melakukan diet ‘Intermittent Fasting’ atau puasa beberapa jam dalam sehari untuk menurunkan berat badan mereka.

Intermittent fasting merupakan jenis diet dimana kamu diperbolehkan makan dalam kurun waktu 6-8 jam, kemudian dilanjutkan dengan berpuasa namun diperbolehkan meminum air putih.

Jenis diet ini tidak mengatur jenis makanan apa yang kamu konsumsi di jendela makanmu, tapi lebih mengatur pada jam makan. Kapan kamu harus makan dan kapan kamu harus berhenti.

Nah, menariknya tak hanya menurunkan berat badan, manfaat puasa intermiten juga baik untuk jantungmu loh.

Menurut sebuah studi, puasa intermiten memberi efek yang baik bagi penderita jantung.

Benjamine Horne, selaku direktur epidemiologi kardiovaskular dan genetika di Intermountain Healthcare Heart Institute di Salt Lake, Utah mengungkapkan, banyak bukti mengenai manfaat dari puasa intermiten, termasuk menurunkan tekanan darah.

“Terdapat banyak bukti mengenai manfaat puasa intermiten terhadap penurunan berat badan, dan kami juga memiliki beberapa bukti yang menunjukan bahwa cara ini mampu mengurangi peradangan, menurunkan tekanan darah dan memberi dampak positif untuk sistem kardiovaskular,” ungkapnya, dikutip dari CNN.

Selain itu, para peneliti pun menemukan pasien yang melakukan diet Intermittent fasting ini lebih kecil kemungkinannya untuk terkena gagal jantung.

Diketahui, puasa dapat mempengaruhi kadar hemoglobin, hormon dan jumlah sel darah merah, serta menurunkan kadar natrium dan bikarbonat pada seseorang.

Menurut penelitian, Intermittent fasting diketahui juga mampu mengaktifkan ketosis dan autofagi, dimana hal tersebut berdampak baik bagi jantung kamu.

Meski demikian, puasa intermiten harus tetap dalam pengawasan ya. Terutama jika kamu sedang mengkonsumsi obat-obatan dari dokter.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here