Jo Kwon (Foto: Instagram/@kwon_jo)

MATA INDONESIA, SEOUL – Belum lama ini sosok Jo Kwon menjadi sorotan publik. Leader boyband 2AM yang debut pada 2008 ini mengakui bahwa dirinya seorang genderless (tanpa gender) atau netral.

Berbicara tentang Jo Kwon, penyanyi berusia 31 tahun ini pun pernah masa-masa sulit di awal kariernya. Perjuangannya untuk bisa menjadi seorang penyanyi tidaklah mudah, mulai menjadi tukang bersih-bersih hingga mendapat bayaran yang sedikit.

Dikutip dari beberapa sumber, rupanya Jo Kwon pernah membandingkan masa-masa trainee dengan drama yang ia bintangi, God of the Workplace. Hal itu berlangsung pada tahun 2013 dalam konferensi pers yang digelar di Ewha Women’s University.

“Pertama kali aku membaca sinopsis drama, hal itu mengingatkanku kepada masa-masa trainee,” ucapnya.

View this post on Instagram

@voguekorea July 2020.

A post shared by 조권 JO KWON (@kwon_jo) on

Reporter pun lantas bertanya apa yang membuat Jo Kwon teringat dengan masa trainee. Tak disangka, selain menjalani pelatihan Jo Kwon juga bekerja ditempatnya dilatih, JYP Entertainment.

“Ketika aku masih trainee, aku harus membersihkan basement, mengganti filter di tempat air dan bahkan membuatkan Park Jin Young (CEO) kopi. Meski aku berperan sebagai pekerja dalam drama ini, aku rasa karakterku memiliki banyak persamaan masa trainee ketika aku takut bakal diputus kontrak an tidak bisa debut,” ungkapnya.

Dalam kesempatan lainnya, Jo Kwon hadir sebagai bintang tamu dalam acara ‘Are You Eating Well?’ pada Senin 13 Juli 2020. Jo Kwon menceritakan perjuangannya setelah debut sebagai anggota 2AM.

Awalnya Jo Kwon bercerita soal citranya yang ‘tidak cocok’ dengan grup 2AM. Grup 2AM diketahui merupakan kelompok penyanyi balada yang cenderung bernuansa mellow.

Di sisi lain, Jo Kwon sendiri sering tampil ceria dan energik di berbagai program acara. “Aku bereaksi berlebihan di siaran tetapi aku adalah anggota grup penyanyi balada,” kata Jo Kwon dikutip dari Kstarlive, Jumat 28 Agustus 2020.

“Internet menjadi gila. JYP mengatakan kepadaku untuk tidak melakukannya, tetapi orang-orang memberikan respon positif untuk itu. Jadi, ia menyukai hal itu kemudian,” lanjutnya.

Jo Kwon kemudian mengejutkan pembawa acara dengan mengungkap penghasilannya setelah berhasil debut bersama 2AM. Ia mengaku baru menerima uang hasil jerih payahnya saat 3 tahun setelah debut. Penghasilan pertamanya hanya sebesar 200 ribu Won atau Rp 2,4 juta.

Menurut Jo Kwon, alasannya adalah, “Itu karena uang kami dikurangi dengan jumlah yang kami gunakan selama hari-hari pelatihan kami,” terangnya.

Ia mengatakan, para member harus membayar biaya pelatihan selama menjadi trainee. “Member harus membayar utang pelatihan, termasuk makanan, biaya pelatihan, dan banyak lagi,” ujar Jo Kwon.

Tapi sistem itu hanya berlaku sampai tahun 2008, karena agensi hiburan kini harus mengikuti aturan Fair Trade Commission. Oleh karena itulah, Jo Kwon dan member 2AM lain sangat bekerja keras di awal karier.

“Aku dapat mengunjungi orangtuaku di Suwon hanya setahun sekali, selama liburan,” tuturnya.

Ia lantas berbagi kenangan menyedihkan saat pulang ke rumah. “Aku pulang ke rumah, dan menemukan ibuku mencuci rambutnya dengan air dingin. Dia berkata bahwa tagihan air belum dibayar. Hatiku sakit pada saat itu,” ungkapnya.

Jo Kwon pun sempat terpikir untuk keluar dari grup 2AM namun JYP berusaha untuk menahannya.

“Aku telepon JYP pada waktu itu, dan aku bilang bahwa aku ingin keluar. Tetapi mereka bilang ke aku bahwa perjuangan hampir berakhir. Aku bekerja seperti orang gila pada saat-saat itu jadi aku dapat membayar utangku segera. Aku hanya tidur satu jam setiap harinya,” ungkapnya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here