india larang penggunaan vape
india larang penggunaan vape

MINEWS.ID, JAKARTA – Dalam beberapa bulan terakhir 200 orang di seluruh Amerika Serikat (AS) dikabarkan dirawat di rumah sakit gara-gara penyakit paru-paru akibat menghisap vape. Dua orang diantaranya meninggal dunia. Salah satunya tercantum dalam laporan Oregon Health Authority (OHA).

Meski begitu, laman livescience.com, melaporkan hingga kini pihak berwenang masih menginvestigasi apakah penyakit tersebut memiliki kecenderungan dengan merek vape tertentu.

Namun, satu dari dua orang yang meninggal dunia karena menghisap vape merek tertentu yang kini belum diumumkan. Pasien itu di Illinois Amerika Serikat.

Orang kedua yang sedang diselidiki kematiannya berasal dari Oregon. Korban kedua itu meninggal dunia Juli 2019 dengan kondisi penyakit yang serupa.

Pasien itu dilaporkan menggunakan vape atau e-cigarette yang mengandung cannabis atau ganja.

Otoritas kesehatan di kedua kota tersebut belum lama ini memang mengidentifikasi sejumlah produk di seluruh AS yang mengandung ganja. Meski begitu otoritas berwenang belum menyimpulkan apakah vape tersebut jadi penyebab utama atau penyebab ikutan saja.

Meski begitu Otoritas Kesehatan Masyarakat mengingatkan petugas klinik kesehatan untuk selalu waspada dengan tanda-tanda penyakit pernapasan yang diakibatkan vape.

Gejala itu seperti bernapas pendek-pendek, batuk, dada sakit, diare, kelelahan berat, demam hingga kehilangan berat badan.

Belum lama ini, Centers for Disease Control and Prevention (CDCP) mengeluarkan pernyataan yang menganjurkan tidak menggunakan rokok elektrik sementara dugaan-dugaan penyakit itu diselidiki.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here