MATA INDONESIA, JAKARTA – Habib merupakan sebutan yang diberikan bagi mereka yang memiliki garis keturunan dengan Nabi Muhammad SAW.

Bukan hanya di Arab, keturunan Rasulullah ini menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Secara bahasa Habib memiliki arti kekasih dan bisa dipakai oleh siapa pun. Namun makna Habib secara istilah merujuk pada julukan khusus kepada keturunan Nabi Muhammad SAW.

Menurut organinasi pencatat keturunan Rasulullah, Rabithah Alawiyah, tercatat ada sekitar 20 juta orang di seluruh dunia yang menyandang gelar Habib. Mereka juga disebut Alawiyin atau marga. Hanya keturunan laki-laki saja yang berhak menyandang gelar habib.

Di Kalangan Arab-Indonesia, tercatat ada 1,2 juta orang yang berhak meyandang sebutan habib. Mereka berasal dari Yaman, khususnya Hadramaut. Menurut Habib Novel Alaydrus, gelar Habib merupakan istilah yang diberikan pada keturunan Nabi atau seseorang yang garis nasabnya tersambung ke Rasulullah dari ayahnya.

Gelar ini bukan dibuat untuk menjadikan keturunan Nabi sebagai masyarakat yang “eksklusif”. Ini lebih digunakan untuk menghormati para keturunan Nabi. Dibuatnya gelar ini bertujuan untuk menandakan siapa saja yang termasuk keturunan Nabi. Karena, dalam Islam setiap umatnya diwajibkan untuk mencintai Nabi Muhammad beserta keturunannya.

Di Indonesia, keturunan Nabi laki-laki disebut Habib dan perempuan disebut Hababah. Sedangkan di Arab Saudi dan Mesir, keturunan Nabi laki-laki biasa dipanggil Sayyid dan perempuan dipanggil Syarif.

Keturunan Nabi bisa saja terputus jika seorang Habib hanya memiliki putri, maka garis keturunan Nabi Muhammad terhenti sampai disitu saja.

Rabithah Alawiyah merupakan organisasi yang mendata keturunan Nabi di Indonesia. Mereka memiliki daftar nama-nama masyarakat Indonesia yang memiliki darah keturunan Nabi Muhammad.

Maka, ketika terdapat seseorang yang mengaku sebagai keturunan Nabi hendaknya diperiksa dahulu silsilahnya melalui data-data yang tersedia.

Memiliki keterikatan darah dengan Nabi Muhammad bukan satu-satunya syarat seseorang dipanggil Habib. Menurut Prof Dr Quraish Shihab ada beberapa syarat lainnya agar seseorang layak dipanggil Habib.

Syarat lainnya yang harus dipenuhi oleh keturunan Nabi untuk menjadi Habib antara lain berpengetahuan luas dan memiliki akhlak yang baik.

Shibab menambahkan jika seorang anak cucu Nabi Muhammad memiliki akhlak yang tercela bukan hanya tidak mendapat gelar Habib, orang itu juga bukan merupakan keturunan Nabi pula.

Disamping itu, menjadi habib harus memiliki ilmu yang tinggi. Begitu pula dengan sifat budi pekertinya yang baik, karena seorang habib harus mampu mengayomi umatnya supaya taat beragama bukannya menebar kebencian apalagi adu domba. ”Menjadi seorang habib harus menampilkan sosok yang paham agama. Selain dicintai, ia juga harus mencintai. Segala yang nampak dari dirinya harus sesuatu yang sangat baik,” ujar Shihab.

Jadi, tidak sembarang manusia bisa menjadi Habib. Selain harus memiliki darah keturunan Nabi Muhammad, memiliki pengetahuan yang luas serta tingkah lakunya yang baik menjadi ketentuan mutlak seorang Habib. Beberapa Habib dengan dakwahnya yang menyejukkan kalbu antara lain Habib Novel Alaydrus, Habib Ali Kwitang, dan Habib Luthfi bin Yahya.

Reporter: Diani Ratna Utami

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here