Nikita Willy dan Indra Priawan (Foto: Instagram)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indonesia merupakan negara dengan keaneka ragaman suku, bangsa dan budaya. Terdapat upacara adat atau tradisi yang berbeda pada daerah masing-masing, daerah yang ada di Indonesia.

Menariknya, pada masing-masing daerah memiliki ciri khas tersendiri, salah satunya adalah upacara adat pernikahan. Keberagaman suku dan budaya di negara kepulauan ini, menyajikan upacara pernikahan dalam berbagai tema.

Sesuai ciri khas derah serta budaya masing-masing. Beberapa di antaranya, bahkan bisa memakan waktu dan biaya dengan nilai tinggi dan bagi mereka yang mampu merayakan adat pernikahan dengan nilai fantastis tidaklah menjadi masalah. Hal ini mengingat setiap detail dalam upacara adat pernikahan memiliki makna dan doa.

Bagi orang penganut ada istiadat di daerahnya yang kental, menikah adalah perkara yang mewah dan mahal. Bukan buat pestanya tapi juga membeli mahar yang dipersembahkan kepada pihak pengantin perempuan.

Mahalnya harga mahar bervariasi tergantung daerah serta adatnya. Tetapi tidak semua menerima dalam bentuk uang melainkan bentuk barang yang harus di tebus dengan harga mahal.

Berikut adalah upacara adat pernikahan yang ada di Indonesia yang telah di lansir dari video Youtube Topik Populer:

1. Adat Banjar

Adat dari Kalimantan Selatan ini mempunyai istilah “JUJURAN”. Sama seperti umumnya adat di Indonesia, pihak mempelai laki-laki harus memberikan sejumlah uang terhadap pihak mempelai permpuan.

Dalam adat Banjar, uang jujuran ini nantinya digunakan untuk keperluan pesta pernikahan serta perlengkapan rumah tangga yang akan digunakan oleh kedua mempelai. Pada dasarnya uang jujuran merupakan, modal untuk keperluan rumah tangga yang di sediakan oleh mempelai laki-laki.

Pada dasarnya hal ini dilakukan karena mempelai laki-laki yang akan menjadi kepala rumah tangga. Dalam uang jujuran ini yang menentukan ialah dari orang tua pihak mempelai perempuan.

2. Adat Sasak

Pernikahan adat sasak bisa dikatakan unik bila lihat dari urutan proses prosesinya. Hal ini di karenakan, sebelum di laksakan pernikahan pihak mempelai laki-laki akan menculik calon mempelai perempuannya dan dibawa ke rumah keluargamya.

Tradisi ini disebut sebagai “MEMARI”. Setelah itu pihak keluarga laki-laki akan datang kepada pihak perempuan untuk memperaruhkan anak gadisnya berada dirumah mereka.

Selanjutnya kedua keluarga akan melakukan prosesi tawar-menawar mahar, dan biaya perkawinan. Bagi masyarakat sasak keluarga perempuan akan tersinggung, jika ada laki-laki yang langsung datang tanpa menculik terlebih dahulu.

3. Adat Aceh

Dalam Adat Aceh ini terkenal dengan tradisi bernama “MAYAM”, Mayam sering dianggap dengan maharnya perkawinan Aceh yang berupa emas. Sebagai mas kawin biasanya perlu memberikan sebesar 15-50 Mayam emas, 1 Mayam sama dengan 3,33 gram emas.

4. Adat Padang Pariaman

Suku Padang merupakan salah satu suku dengan tradisi pernikahan yang unik, dimana biasanya keluarga pihak laki-laki mendatangi pihak keluarga perempuan. Tetapi dalam Suku Padang ini justru melakukan hal yang sebaliknya, mulai dari perkenalan keluarga sampai ke prosesi lamaran.

Tradisi pernikahan Suku Padang termasuk mahal. Kerena, tidak hanya keluarga terlibat dalam prosesi penyambutan hari pernikahan, tetapi warga sekitar rumah dan juga para kepala adat.

Dalam rangaian upacara adatnya ada malam bainai oleh pihak perempuan. Biaya yang harus disiapkan mencapai angka Rp.150.000.000.00, lebih untuk upacara Adat Minang Kabau.

5. Adat Bugis

Suku Bugis dari Sulawesi Selatan, terkenal dengan “UANG PANAI” yaitu istilah mahar yang terhitung mahal. Uang Panai digunakan oleh calon mempelai untuk keperluan pesta pernikhan.

Uang Panai tidak ada besaran yang pasti namun semuanya tergantung pada kesepakatan kedua belah pihak. Selain itu Uang Panai dipengaruhi oleh tingat pendidikan oleh calon mempelai perempuan, semakin tinggi pendidikan atau status sang gadis semakin mahal Uang Panai yang harus siapkan.

6. Adat Batak

Suku Batak dikenal sebagai Suku yang memiliki proses panjang yang harus dilalui oleh pasangan menuju hari pernikahan. Suku Batak dikenal dengan istilah “SINAMOT” atau uang mahar. Selain Sinamot, di pernikahan Suku Batak ini menggunkan Kain Ulos. Kain Ulos ini merupakan hal yang penting dan menandakan status sosial.

7. Adat Bali

Bali adalah salah satu daerah yang menjungjung tinggi nilai-nilai budaya. Setiap prosesi pernikahan yang dilaksanakan oleh masyarakat Bali, sangatlah sakral.

Walaupun sakral proses adat pernikahan Bali juga terkesah mewah dan meriah. Pernikhan Adat Bali ini menghabiskan banyak dana, biasanya mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini disebabkan oleh Adat Budaya yang turun-menurun mewajibkan pengantin untuk melakukan proses tertentu.

Reporter: Novita Sari

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here