MATA INDONESIA, JAKARTA – Semakin banyaknya penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi dan pencegahan penyakit kelamin, membuat produsen-produsen kondom dari luar tertarik masuk ke Indonesia. Ini membuat kondom impor menguasai.

Banyaknya kondom impor yang masuk ke Indonesia membuktikan pangsa pasar untuk kondom masih terbuka luas. Harga kondom lokal sendiri sebenarnya lebih murah dibandingkan kondom merek Sutera yang diproduksi Thailand. Namun untuk kondom impor Cina, harga kondom lokal memang bisa dibilang lebih mahal.

JIka dilihat dari segi kualitas, mutu kondom lokal berani bersaing. Produsen kondom lokal telah memiliki lisensi ISO 9001 Under License URS & TUV Nord, ISO 13485, WHO Standard dan CE Certificate sehingga dijamin sudah memiliki kualitas ekspor ke Eropa. Namun sayang, sistem ditribusi dan promosi produknya masih sangat lemah.

PT Mitra Rajawali Banjaran (MRB) yang merupakan anak usaha dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) ini merupakan perusahaan pertama memproduksi kondom di Indonesia. Perusahaan yang bermarkas di Banjaran, Bandung ini memproduksi kondom dengan merek Artika.

Perusahaan ini sempat mendapat pesanan untuk memproduksi kondom merek Sutera waktu pertama kali kondom tersebut masuk ke Indonesia. Namun sejak tahun 2005 berhenti pemesanan nya dan dialihkan ke Thailand. Perusahaan ini juga sempat mendapat pesanan kondom rasa Coffee Shop dari Iran dengan merek Vitalis.

Tak hanya itu, MRB juga pada tahun 2007 sempat mendapat permintaan produksi kondom dari Bangladesh sebanyak 3.000 gross. Bahkan sampai sekarang juga masih mendapat pesanan dari Singapura sebanyak 10.000 gross dengan merk Pro-Safe.

Yang lebih menyedihkan adalah, produk kondom lokal hanya mampu meraih pangsa pasar beberapa persen saja dari penjualan kondom nasional. Pangsa pasar kondom di Indonesia dikuasai merek impor seperti Sutera, Fiesta, dan Durex. Apalagi, di toko-toko kecil pun, lebih sering menjual kondom impor daripada lokal.

Repoter : Mega Suharti Rahayu

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here